Bahkan, jika aku tak mampu berucap, apa hatimu mampu membaca gelagatku?

Minggu, 19 Mei 2013

Cinta yang Terpendam (Part 6)

05.29 Posted by Unknown No comments

Semenjak kejadian di danau itu, aku pun sedikit menghindar darinya. Aku tak mau mengganggu hubungannya dengan Aulia. Tak apalah, toh seperti yang orang - orang bilang, "Love will find a way", right ?

Lagipula aku tak mau menyakiti hati orang lain demi mencari bahagiaku. Bahagiaku ada di lelaki itu, dan ketika aku melihat dan mendengar gelak tawa nya aku pun ikut bahagia. Munafik, ya? Iya memang. Tapi, mau bagaimana lagi selain berkata, 'Bahagiamu, bahagiaku juga.'
Sekali lagi, hati akan memilih tetap bertahan mencintai orang yang disayangi, walaupun harus dilukai berkali-kali.

-----------------------------------------------------------

Bulan demi bulan ku lalui tanpa hadirnya Rian. Bukan! Hubungan kami bukan memburuk! Kami masih sering berhubungan melalui SMS, hanya saja tidak sesering dulu.
Bulan ini bulan Mei, sekolah ku akan mengadakan pensi. Dan semua siswa-siswi harus mengikuti audisi melalui guru seni musik untuk menjadi perwakilan kelas. Dan hari ini adalah giliran kelas kami yang mengikuti test musik. Kami pun menuju ruang musik.
Aku pun mempersiapkan nya sebaik mungkin. Kebetulan, guru kami, memilih untuk bernyanyi sendiri-sendiri. Tiba saat giliranku, aku pun melangkahkan kaki menuju panggung di ruang musik. Aku duduk di depan grand piano putih, setelah sebelumnya aku melihat ke arah teman-teman ku dan ku lihat Rian sedang memperhatikan ku. Degup jantung ku kemudian berpacu sangat cepat. Dia kemudian mengangkat jempol nya lalu tersenyum meyakinkan, matanya seakan berbicara, 'Kamu bisa, Gin'. Namun, sengaja aku acuhkan karena aku tak mau berharap banyak padanya. Aku pun menekan tuts tuts piano itu dengan lembut. Suara ku mengalun pelan.

Hello, tell me you know, yeah, you've figured me out
Something gave it away
And it would be such a beautiful moment to see the look on your face
To know that I know that you know now

And baby that's a case of my wishful thinking
You know nothing
'Cause you and I, why we go carrying on for hours on end
We get along much better than you and your girlfriend

Well, all I really want to do is love you
A kind much closer than friends use
But I still can't say it after all we've been through

And all I really want from you is to feel me
As the feeling inside keeps building
And I will find a way to you if it kills me, if it kills me

*Rian P.O.V*

Aku melihatnya bernyanyi dengan penuh penghayatan. Aku tau ketulusannya mencintaiku, ya, melalui lagu ini. Sungguh, aku merasa bersalah karena telah menyakitinya. Namun, satu hal yang harus dia tahu, bahwa hatiku selalu untuknya.

Well, how long can I go on like this, wishing to kiss you
Before I rightly explode
And this double life I lead isn't healthy for me, in fact it makes me nervous
If I get caught I could be risking it all
Well, baby there's a lot that I miss in case I'm wrong

All I really want to do is love you
A kind much closer than friends use
But I still can't say it after all we've been through

And all I really want from you is to feel me
As the feeling inside keeps building
And I will find a way to you if it kills me, if it kills me

If I should be so bold, I'd ask you to hold my heart in your hand
Tell you from the start how I've longed to be your girl
But I never said a word I guess I'm gonna miss my chance again

Well, all I really want to do is love you
A kind much closer than friends use
But I still can't say it after all we've been through

And all I really want from you is to feel me
As the feeling inside keeps building
And I will find a way to you if it kills me, if it kills me, if it kills me
I think it might kill me

And all I really want from you is to feel me
It's a feeling inside that keeps building
And I will find a way to you if it kills me, if it kills me
It might kill me

Aku pun mengakhiri permainan ku. Ku dengar riuh tepuk tangan teman-teman ku. Aku melihat ke arah Rian dan aku tersenyum dengan tulus. 'Lagu ini, buat kamu, Ri. Bukti bahwa aku sayang, sayang banget sama kamu. Semoga kamu selalu bahagia dengan Aulia agar aku pun selalu bahagia. Walau perih.'
Aku pun kembali duduk di tengah-tengah temanku. Lalu sekarang giliran Rian yang harus mempertunjukkan bakatnya. Ia kemudian mengambil gitar dan memetiknya pelan.

*Rian P.O.V*

'Lagu ini, buat kamu, Gina. Semoga kamu menyadarinya.'

Tak pernah setengah hati
Ku mencintaimu
Ku memiliki dirimu
Setulus-tulusnya jiwa
Ku serahkan semua hanya untukmu

Tak pernah aku niati untuk melukaimu
Atau meninggalkan dirimu
Sesalku selalu bila tak sengaja
Aku buat kau menangis

Memiliki mencintai dirimu kasihku
Tak akan pernah membuat diri ku menyesal
Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu

Memiliki mencintai dirimu kasihku
Tak akan pernah membuat diri ku menyesal
Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu

Memiliki mencintai dirimu kasihku
Tak akan pernah membuat diri ku menyesal
Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu
Ku butuh kamu.....

Dia mengakhiri lagunya. Tanganku terangkat dan bertepuk bersama dengan teman-temanku. Aku tahu lagu itu untukku. Karena sejak lagu itu ia nyanyikan, ia tak henti melihat ke arahku dan matanya seolah berbicara seperti itu. Aku pun tersenyum. Ah, dia memang selalu tahu bagaimana caranya mengembalikan 'Mood' ku.
Tapi detik kemudian aku sadar. Aku tak boleh seperti ini. 'Rian sudah punya Aulia, Gin! Kamu tak boleh seperti ini!'
Huh! Rian memang selalu seperti ini. Menerbangkanku, lalu kemudian menjatuhkanku begitu saja. Tapi, aku tak pernah bisa berhenti untuk mencintainya. Aku punya pilihan, dan aku memilih Rian. Dan aku tak akan pernah menyesali pilihanku ini.

0 komentar:

Posting Komentar