Apa itu cinta?
Cerita tentang bahagia dan luka?
Mengapa harus ada luka ketika kita telah bahagia?
Mengapa bahagia bukan milik kita selamanya?
Aku bahagia. Dengan kamu -dulu-.
Kamu memberi warna dalam hari-hariku. Membuatnya semakin indah.
Ku fikir keindahan itu akan selalu menjadi milikku.
Ku fikir kamu akan selalu menemani aku.
Ah.... Aku terlalu banyak berfikir.
Saat malam mendekap senja,
Aku bertanya pada bulan,
Mengapa kebahagiaan itu berlalu dengan sangat cepat?
Mengapa kamu pergi meninggalkanku ketika aku sudah -sangat- menyayangi kamu?
Mengapa kamu lebih memilih orang yang baru saja datang di hidupmu dan meninggalkanku dengan mudahnya?
Apa kamu pernah berfikir bagaimana hancurnya hatiku ketika aku tahu hal itu?
Apa kamu pernah tahu, bagaimana terluka nya aku ketika kamu dengan tanpa dosanya berjalan tersenyum melewatiku?
Apa kamu....... Apa kamu pernah ikut merasakan perasaanku ketika aku menangis tersedu di sudut kelas lalu?
Bagaimana kamu berjalan dengan gadis lain sedang kamu sendiri telah berjanji sebuah hal denganku?
Apa aku terlalu bodoh karena terlalu mempercayai setiap janji-janji manismu?
Apa aku terlalu bodoh hingga kamu meninggalkanku?
Mengapa kamu mengingkari itu?
Mengapa kamu membuat aku sulit mempercayai kamu ketika kamu menyakitiku?
Kamu tahu mengapa aku seperti itu?
Karena aku, terlalu dan selalu mempercayai kamu.
Dan kamu, dengan mudahnya mengahncurkan kepercayaanku untukmu.
Lalu aku, masih saja selalu mempercayai kamu.
Apa yang kamu lakukan selalu benar dimataku.
Termasuk ketika kamu melukai aku,
Mungkin benar, aku terlalu bodoh.
Aku terluka, dan kamu tak perduli.
Aku rapuh, dan lagi-lagi kamu tak pernah peduli.
Sekali lagi, -mungkin- aku terlalu banyak berharap.
Tapi, kamu tahu sendiri kan bagaimana orang jika telah lama jatuh hati?
Dan itu aku.
Aku yang telah lama jatuh hati.
Kepada kamu.
Cinta memang tidak bisa dipaksakan, namun cinta tidak menyuruh aku untuk berhenti berjuang.
Karena cinta, selalu membutuhkan pengorbanan.
Dan aku, berkorban untukmu.
Mengorbankan perasaan yang telah lama singgah di hati.
Oleh : Siti Nur Hawa; Ketika cinta menuntut sebuah pengorbanan, dan perjuangan.
0 komentar:
Posting Komentar