Kalau kamu itu bulan,
Aku ingin menjadi mataharimu.
Tak bisa bertemu,
Namun aku mampu menyinari kamu.
Kalau kamu itu malam,
Aku ingin menjadi bintangmu,
Bertaburan indah di angkasa,
Mewarnai indahnya malam bersama.
Sayangnya kamu bukan bulan,
Dan aku pun bukan matahari.
Kita hanya dua insan berbeda.
Laki-laki dan perempuan.
Kamu pun bukan malam,
Dan aku juga bukan bintang,
Yang selalu menghiasi malam.
Kita hanya manusia biasa yang penuh angan-angan.
Tapi, kenapa kamu selalu menjadi bulanku dalam setiap malamku?
Mengapa kamu selalu menjadikan malamku indah ketika aku bersamamu?
Mengapa kamu selalu membuat aku terbuai akan semua ucapan kamu?
Kamu, bulan dalam malamku,
Mungkinkah kamu akan kumiliki?
Aku tahu aku hanya bermimpi,
Ini mimpi indahku.
Sejujurnya aku ingin tidur selama-lamanya,
Agar aku bisa menggapai kamu,
Agar aku bisa tetap memeluk kamu,
Agar aku bisa tetap.... Memiliki kamu.
Jangan pergi dari mimpi indahku,
Karena jika aku terbangun,
Pasti akan kudapati kamu hanya semu.
Semu yang tak akan pernah menjadi milikku.
Namun jika aku harus terbangun,
Aku akan rela, sangat sangat rela,
Jika akhirnya kamu tak pernah menganggap aku ada.
Oleh : Siti Nur Hawa; Ketika Mimpi itu Terasa Nyata.
0 komentar:
Posting Komentar