Senja itu ketika matahari beristirahat,
Menenggelamkan dirinya diiringi lembayung yang indah,
Menyembunyikan energi yang dahsyat.
Lembayung itu berderet, membentang dari barat ke timur,
Membentuk suasana indah sore hari.
Ya, membentuk lekuk indah senyummu.
Senyum yang selalu membuatku... Tenang.
Senyum yang selalu membayang-bayangi fikiranku.
Kamu, senyummu, dan.... Bayanganmu, akan kah selalu seperti itu?
Aku menyayangi senja hari,
Karena ia akan membawa lembayung yang indah,
Lembayung yang membawa senyummu tentunya.
Senyum yang selalu ku cari ketika aku lemah,
Senyum yang selalu ku nanti ketika aku lelah,
Senyum itu, seakan menjadi candu bagiku.
Kamu, pemilik senyum itu,
Ya, kamu, pemilik hatiku.
Aku mencintai senyum manismu,
Akupun mencintai, kamu.
Bolehkah?
Bolehkah aku mencintai dirimu?
Bolehkah aku mengagumi kamu?
Bolehkah aku..... Menyimpan rasa untuk mu?
Kamu. Ya, hanya kamu seorang.
Aku menyayangi kamu, lembayungku.
Jika kamu tak percaya, coba tanyakan pada deretan rumput itu.
Mereka tahu semua tentangku,
Mereka tahu tentang semua yang kurasakan untukmu,
Mereka selalu menemani kesendirianku,
Ketika aku menanti senja dan lembayung.
Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan,
Bolehkah aku tetap bertahan?
Jika denganmu adalah sebuah hal yang tak akan pernah terjadi,
Bolehkah aku tetap menanti?
Tolong izinkan aku,
Untuk memiliki sedikit dari senyummu itu,
Walau hanya lewat lembayung di senja hari.
Oleh : Siti Nur Hawa; Ketika senja membawa sederetan senyum indahmu.
0 komentar:
Posting Komentar