Bahkan, jika aku tak mampu berucap, apa hatimu mampu membaca gelagatku?

Senin, 26 Agustus 2013

Kalo Kata Orang Sih, ‘Gagal Move On‘

01.19 Posted by Unknown No comments

Lagi, setiap orang yang menghampiri ku acuhkan begitu saja. Bukan, bukan karena aku tak suka pada mereka. Aku suka, tapi hanya untuk sebatas teman, dan tak lebih. Maaf, aku belum mau membuka hati untuk orang lain selain kamu. Masih, dan mungkin akan selalu untukmu. Mungkin. Sejujurnya, aku ingin melepas segalanya. Melepas perasaan untuk kamu, namun kenyataannya aku tak pernah mampu.
If there was a million reasons to leave, I would still look for the one reason to stay.” This.

Aku tahu, tak diinginkan oleh seseorang yang kita sayangi itu hal yang menyakitkan. Tapi, harus bagaimana lagi? Daripada membohongi diri sendiri dan juga orang yang sudah menyayangi kita dengan tulus, lebih baik jujur, kan? Karena kebahagiaan yang berawal dari kebohongan itu adalah hal yang paling menyakitkan. ”Truth hurt only once, but a lie hurt everytime you remember it.” Nah, daripada menyakiti setiap kali mengingat kebohongan, lebih baik menyakiti sekali saat kita jujur, iya kan?

Bagaimana bisa aku membuka hati untuk orang lain, jika hati dan pikiranku masih menyimpan kamu dan segala tentangmu? Kalo kata The Script sih, How can I move on when I'm still in love with you? Huh, ada apa denganmu? Ada apa dengan dirimu? Ada apa denganku hingga aku tak mampu melepas segalanya? Aku selalu mencari. Mencari jawaban atas apa yang ditanyakan oleh diri dan hatiku sendiri. Sayangnya, hingga saat ini aku tak pernah tahu alasan mengapa aku menyayangimu. Kamu, heran? Aku pun.
I love you. And it's not because you make me happy, not because you make me feel special, and not because you're the sweetest person ever. But because I just love you. And I don't need any reasons for that.
Ngah! Kini aku mengerti, untuk mencintai dengan ketulusan itu tak membutuhkan beribu alasan. Iya, dan itu mungkin jawaban untuk segalanya. Cukup jelas, kan? Mungkin.

Maaf. Maaf untuk segala hal. Perasaan ini muncul begitu saja untukmu. Jika kamu tak menginginkannya, maafkan. Jikalau aku boleh memilih untuk siapa saja perasaan ini, aku tak ingin memilih kamu. Sayangnya, hatiku yang memilihmu. Dan itu berlaku hingga saat ini, hingga detik ini.

Terimakasih. Terimakasih untuk segala hal. Terimakasih telah mengajariku banyak hal. Terimakasih telah memberi cerita yang ’indah‘ dalam segala hal. Terimakasih telah menjadi inspirasiku dalam banyak hal. Terimakasih, terimakasih telah mengajariku untuk menjadi sesosok perempuan yang kuat. Terimakasih.

Yours.

Minggu, 11 Agustus 2013

Feel

01.02 Posted by Unknown No comments

Kali ini aku belajar banyak tentang mencintai. Ya, mencintai kamu. Mungkin sebaiknya dari awal aku tidak boleh terlalu melarutkan perasaan ini. Tapi, nasi sudah menjadi bubur, kan? Sama kayak gula yang di larutkan dalam air. Ngga bisa balik ke bentuk gula semula. Sama kayak perasaan aku. Nggak bisa kembali kayak kita ga kenal. Terlalu menyakitkan dan itu ngga mudah. Mungkin seharusnya mencintai dalam diam lebih cocok untukku. Aku tidak pernah menyesal untuk perasaan ini. Bagaimana pun, ini perasaan yang indah walaupun bumbu-bumbunya tak semanis perasaannya. Walaupun perjuangannya penuh luka. Walaupun...... Ah, sudahlah. Aku ngga tau harus gimana lagi sekarang. Mempertahankan ternyata memang ngga pernah semudah mendapatkan. Sama seperti aku yang sulit mempertahankanmu. Berbahagialah, karena bahagiamu segalanya untukku. Iya, untuk aku. Aku ngga pernah nyesel punya rasa ini buat kamu. Justru perasaan ini mengajarkan aku untuk selalu menjadi orang yang hebat, menjadi seseorang yang kuat. Walaupun pada faktanya, mencoba menjadi seseorang yang kuat 'luar-dalam' itu ngga mudah. Iya, kenyataan memang terlalu pahit untuk di dengar. Terlalu sulit untuk dijalani. Tapi, lebih baik menerima kenyataan daripada menerima kebohongan, Right? Hahahaha
Tahu lagu Always Be My Baby ? Itu mungkin cocok ya.... Haha. Miris. Menyakitkan. Haha
Tapi aku bersyukur masih punya orang-orang yang sayang sama aku. Walaupun aku jauh lebih sayang kamu hehe. Be right back, ya!
Kamu bisa, kamu kuat, Haw!

Jumat, 02 Agustus 2013

Kala Cinta Bertahan

16.00 Posted by Unknown No comments

Ada bayangan yang datang perlahan memendar kesunyian. Lagi, sosok lelaki itu kembali lagi, memberi kesesakan di rongga hati. Ah entahlah, bayangan lelaki itu semakin kuat menghantui. Menghantui pikiranku. Sudah ku coba untuk menepis segala bayangan itu. Kamu, iya kamu. Lelaki yang dalam detik pertama sudah mengunci hatiku, membekukan otakku, mengelukan lidahku, terpaku. Seperti orang bodoh? Memang.

Aku percaya cinta pada pandangan pertama. Dan mungkin kini aku sedang mengalaminya. Pertemuan pertamaku dengannya, aku merasa bahagia. Rindu semakin menggebu seiring berjalannya waktu. Aku mencari sosoknya di setiap sudut koridor, hanya untuk melepas rindu. Bodohkah? Bodohkah jika aku merindukan seseorang yang baru ku temui sekali?

Awalnya aku mengira ini hanya obsesi belaka. Hanya cinta yang dipenuhi nafsu, bukan murni perasaan yang sebenarnya. Namun, kini aku percaya, kini aku tahu, aku benar mencintainya dan ini bukan sebuah obsesi belaka. Iya, seperti itu.

Kejadian itu sudah 7 bulan berlalu. Namun, aku masih mengingat indah semua memori yang ku lakukan bersamamu. Walaupun pada kenyataannya, memori itu membawa luka yang selalu melumat hati perlahan. Jika aku tak bangkit dari kejadian dulu, mungkin kini hatiku telah mati, jiwa ku melayang pergi walau raga masih tetap disini, di bumi yang penuh dengan fana, penuh dengan kenyataan yang menyakitkan.

”Bagaimana?”
”Apa aku harus menjawabnya sekarang, Raf?”
”Kalau kamu tidak siap, aku tidak akan memaksa kamu untuk menjawab. Asalkan kamu tau aku mencintaimu pun, aku sudah bahagia, Na.”
”Jangan pernah tinggalin aku.”
”Jadi?”
Aku mengangguk pelan, lalu ku lihat senyum di wajahnya. ”Jangan pernah buat aku ngerasa sendiri, ya. Aku terlalu takut untuk terluka.”
”Iya.”

-----------------------------------------------------------

Malam ini aku disini, di sebuah foodcourt yang berada di sebuah mall ternama. Tepat 3 bulan yang lalu, aku merajut asmara dengan lelaki tinggi itu. Kini aku menunggunya untuk makan malam. Namun, betapa terkejutnya aku ketika ku lihat seseorang yang ku sayangi, berjalan mesra dengan sosok perempuan lain. Bisa kau bayangkan? Ini hari jadianku, dan aku mendapatkan hadiah yang luar biasa. Ya, luar biasa menyakitkan. Air mataku terjatuh perlahan. Aku pun memutuskan untuk menghampirinya

”Selamat malam, Rafli.”
”Nisrina? Kamu ngapain disini?”
”Harusnya aku yang bertanya seperti itu, Raf! Siapa dia?”
”Dia pacar aku, Na.”
”Jadi selama ini aku kamu anggap apa? Ha? Bajingan! Kita putus!”

Aku berlari keluar. Angin malam berhembus kencang. Dingin, sangat dingin. Air hujan pun menetes perlahan. Lalu lama kelamaan menjadi deras, sederas air mataku saat ini. Aku tak perduli jika aku harus sakit, hatiku lebih sakit dari apapun. Sungguh, luka ini begitu dalam, seolah menusuk rongga dada hingga terasa menyesakkan.

-----------------------------------------------------------

Sampai detik ini, kejadian itu masih terus terputar di sudut memoriku. Namun entah mengapa, sosokmu tak juga hilang dari pikiranku. Ah, kamu. Aku merindukanmu, kekasihku. Ralat, mantan kekasihku. Salahkah jika aku terus menimang cinta ini sendiri, untukmu?

Pagi ini, kau merangkum lagi ingatanku. Dalam gigil dan getar duka, dalam kenang lalu, dalam airmata. Hingga terhempas ku mengerti, berjalan dari tempat yg dingin. Sepi, tanpa tepi. Aku telah berfikir banyak tentangmu, ataukah? Ataukah kau tak pernah menghitung? Airmata dan kebencianku yg tersisa. Sampai hari ini. Bunga-bunga, katakanlah aku masih di sini, menantinya.

Rabu, 10 Juli 2013

Jingga

22.58 Posted by Unknown No comments

Aku pernah memeluk rindu.
Ya, rindu yang selalu ku antarkan untukmu.
Kala senja yang mempertemukan kita,
Menuntun waktu untukku,
untuk selalu menyimpan indah jingga dalam kotak hitam di sudut kecil ingatanku.

Aku mencintaimu,
Iya, aku mencintaimu, sejak dulu hingga jingga menjadi kelabu, nanti.
Aku selalu mencintaimu,
seperti udara yang tak akan pernah hilang kecuali jika Tuhan mengizinkan,
seperti lautan yang tak pernah kau tahu dimana ujungnya. Ya, tanpa akhir.

Aku tak pernah meminta balasan atas apa yang selalu ku rasakan,
untuk segala kerinduan yang selalu menusuk ku,
ya, untuk segala kerinduan yang selalu menyiksa ku, merindukan kamu.

Aku masih mengingat kala kita berjabat tangan,
Menikmati senja dengan canda dan tawa,
Aku masih ingat, kala aku pertama kali jatuh cinta,
ya, kepadamu.
Kamu masih ingat semua itu?
Atau hanya aku yang selalu mengingat itu sendirian?

Aku menyayangimu,
menyayangi segala yang ada pada dirimu, terlebih, hatimu.
Iya, aku menyayangimu.
Dengan segala kekuranganku.

Aku hanya berharap kamu tahu,
aku selalu mengingat setiap waktu bersamamu,
aku selalu merindukan kamu,
merindukan senja yang -dulu- selalu menjadi milik kita,
aku selalu mencintai kamu,
aku selalu menyayangi kamu.

Rabu, 19 Juni 2013

Krakal Beach, Puncak Penantian yang Berakhir Sempurna

01.38 Posted by Unknown No comments

Hallo guys!!! Long time no see haha
Gue balik nih setelah sekian lama vacum ngepost=)))
Emm, gue mau cerita sesuatu tentang hal yang biasanya orang gak suka, tapi akhirnya berujung bahagia. Yaps! You know what I mean lah yaa guys! Hehe

Loving someone isn't how you could get him, it's just how  you could make them happy even though they're loving someone else and make you hurt. Sometimes happiness will come to you, cause you know? God know how hard you fighting for someone or something that you love.

Oke gue mulai bercerita yaa, dengerin baik-baik... Eh baca baik-baik yaa Haha..

You know why am I selalu ngepost blog yang galau? Yak!!! 101 buat anda!! Eh belom jawab ya? Hehe maap maap... Ya itu karena dulu feel gue selalu pengen bercerita tentang hal itu. Entah kenapa, gue juga bingung.. Eh, gak deng, itu karena gue udah pengalaman.. Jadi kalau nge-post di blog pasti tentang hal itu. And you know, orang yang dimaksud juga selalu yang itu, hehe.

Dulu, iya dulu. Gue suka sama cowo. Dia baik, baiiiiiiiiik banget, sama semua cewek. Dan itu yang bikin gue suka sama dia. Ngga tau pasti tepat nya kapan, tapi kalo gak salah yaaa mulai suka nya kurang lebih satu setengah tahun yang lalu...... Udah lama ya? Iya. Udah lapuk ya? Emang.
Dulu kita sempet deket, dekeeeeeeet banget sampe akhirnya........ Gue beneran sayang sama dia. Jujur, sayang banget. Dan setelah gue percaya sama dia..... Dia ninggalin gue gitu aja.... Ouch! It hurts, you know? Di saat lagi terbang setinggi-tingginya lalu kemudian jatuh bukan di landasan yang tepat. Ya you know what I mean lah yaaa.. Oke dari situ gue mulai agak jaga jarak sama orang itu. Yaa, namanya dia pacaran masa iya gue harus jadi penghancur hubungan orang lain cuma buat bikin gue bahagia. Mending kalo dianya juga bahagia sama gue, lah kalo kagak? Gue masih bisa nyetop perasaan gue, karna gue juga ga mau bahagia di atas penderitaan orang lain... Gue nerima semua ini dengan lapang dada. Gue sih mikirnya, gapapa... Mungkin Allah punya tujuan lain ngasih gue cobaan kek gini. Segala sesuatu juga pasti ada hikmahnya, right?

Berbulan-bulan kemudian..... Gue ngerasa kangen dia, tapi ya gue bisa apa kalo bahagia dia bukan ada di gue? Oke gue nyetop perasaan gue lagi, nahan perasaan gue biar ga kangen sama dia. Nggak kepikiran buat move on? Sebenernya, dorongan dari temen-temen sih banyak yang nyuruh move on. But guys, gimana gue mau move on kalo dia selalu ada di setiap hari-hari yang gue jalanin? Susah kan? Iya emang susah. Duh cobaan gak henti-hentinya mendera gue. Tapi ya gue sabar aja, maybe sometimes gue bakal nemu bahagia gue setelah luka yang bertubi-tubi ini *oke lebay*
Sampe suatu ketika, anak-anak di kelas pada main ToD, gue ikutan, doi juga.... Tap!! Arah tutup tip-ex menuju dia... Dia milih Truth..... Dan ada yang nanya gini, "Kamu suka sama siapa di 23?" "Eh jangan di 23, di kelas aja deh." Oke di situ gue diem. Gue bingung harus gimana, yaudah gue milih diem, nunggu jawaban yang akan di lontarkan sama dia. Dia jawab lamaaaaaaaa banget, keliatan mikir, tapi gue gatau dia mikir apaan._. Lalu 1.... 2..... 3..... Dia jawab nama gue! *BAM!* Duh... emosi gue naik, semuanya langsung pecah dan gue langsung nangis. Seneng, sedih, kesel, aaaaa pokoknya semuanya serasa nyampur jadi satu, seneng ternyata dia pernah ada rasa juga sama gue, sedih karena kenapa dia musti ninggalin gue, aaaaaa pokoknya rasanya kayak di aduk-aduk

Setelah kejadian itu, gue deket lagi.... Tapi ya gak deket-deket amat. Gapapa sih gue, bersyukur malah bisa deket lagi sama dia yaaa walaupun gak deket kayak dulu.. Lagian dia masih punya pacar, masa iya gue harus..... Wkwk
Oke lalu beberapa kemudian gue denger dia putus sama cewenya..
Terus temen gue bilang gini "Udah putus tuh, cepet tancap gas" gile nih.... Gue langsung jawab gini "Aku bukannya gamau tancap gas, tapi sekarang lebih pengen ke berhenti dulu nunjukin kalo aku sayang sama dia, mau fokus belajar dulu, terus masih takut di kecewain lagi" yaa itu alibi doang sebenernya.. Taulah yaaa kalo kek gitu malah belajar gak serius, galau iya... Duh anak remaja...... Haha..

Oke beberapa bulan kemudian kita makin deket lagi, banyak kejadian yang bikin gue diaduk-aduk kek adonan kue:$ but yaa balik lagi, gue sabar aja. Cepat atau lambat happiness bakal datang sama gue, dan gue percaya itu.

Yap!! Akhirnya tiba di tanggal 15 Juni, dimana gue sama satu angkatan study tour ke Jokja. Gue ga pernah mikir bakal kayak gini..... Oh iya, tgl 16 doi kan sweet 17th gitu, nah jauh dari sebelum-sebelumnya gue udah nyiapin acara buat bikin surprise kecil-kecilan... Niatnya sih gue mau ngasih kue sama dia tepat jam 12 malem, tapi taunya mas supir nya lagi unmood jadi..... Acara diundur. Pas di rumah makan, sekitar jam 9an kalo gak salah, kita siap pergi ke Goa Pindul, nah sebelum berangkat, gue sama temen sekelas ngasih kejutan buat dia di bus.... Dan alhamdulillah semua berjalan lancar....

Krakal Beach, June 16th 2013
Oke akhirnya kita nyampe di Pantai Krakal. Gue main air sama temen-temen sekelas. Ombaknya gila brooooo gede banget haha... Terus udah agak sorean, gue yang lagi bareng sama Nidia, liat Firman sama Nadia lagi berdua, terus gue bisik-bisik gini, "Liat tuh Nid, akhirnya jadi yaa" Nidia ngangguk terus kita liat pasangan baru alias Firman&Nanad jalan ke arah kita-kita. Di belakang anak sekelas udah pada cie-cie in... Terus gue ikut godain "Cie jadian cieee.. Bang gue mau PJ paling gede gamau tau! Haha" disitu gue seneng banget liat abang gue akhirnya jadian sama orang yang dia cinta... Udah gitu, gue sama Nidia jalan agak ke tengah pantai, terus gue ngomong gini, "Kok aku ngerasa sedih ya? Kapan aku kayak gitu? Hehe" terus Nidia jawab gini, "Iya sama, udah ah jangan galau ya kita"
Udah gitu kita berdua diem aja liatin laut. Gue sama Nidia emang punya luka yang sama namun dengan cerita yang berbeda hihi... Gue denger di belakang anak-anak pada nyuruh doi buat yaa ypu know lah.. Gue kira ga akan, karena selama ini anak-anak suka kayak gitu tapi doi diem aja.. Gue juga ga mau berharap banyak, takut, takut malah jadi kecewa untuk yang ke sekian kalinya... Eh ternyata, doi jalan ke arah gue, terus Nidia pergi aja ninggalin kita berdua. Gue di ajak agak ke tengah pantai sama doi. Yaudah gue nurut aja. Pas disitu, kita ngobrol berdua dan....... Yaks tau lah yaaa kira-kira seperti apa... Setelah gue jawab "Yaudah iya" doi meluk gue. Malu sumpah! Dibelakang, anak-anak udah pada cie-ciein.... Timing nya pas sunset lagi duh...... Gue seneng, bahagia aaaaaa pokoknya ga bisa di ungkapin deh, masih ngerasa ini semua mimpi... Tapi alhamdulillah ini nyata... Akhirnya setelah penantian panjang gue, setelah kesabaran gue dikuras, setelah perjuangan gue yang ga berhenti........... Gue dapet hadiah berharga dari Allah..... Seneng, seneng banget. Disitu udah pengen nangis, bukan karena sedih tapi justru karena gue bahagia... Finally.......

Ini pelajaran buat gue, kalo gue mau berusaha, gue pasti bakalan ngedapetinnya, gak perduli harus menempuh jalan yang penuh luka dulu. Toh segala sesuatu itu memang harus di perjuangkan, bukan?

"Sesuatu yang datang pasti akan pergi dan sesuatu yang pergi pasti akan kembali dengan caranya sendiri"

"Maybe sometimes I will know you and make you better than before"

Gue percaya sama dua kalimat itu. Terimakasih udah bikin gue nggak kecewa karena percaya sama dua kalimat itu. Terimakasih untuk sesuatu hal yang gak pernah gue duga ini. Terimakasih

Makasih juga, Tuhan. Dari sini aku belajar, kalo segala sesuatu itu tergantung dari bagaimana kita berusaha mendapatkan apa yang kita mau, dan buat kamu..... I've learn about life by loving you. Terimakasih♥

"Dalam hidup, pasti akan ada satu bagian yang membosankan. Tahu, menunggu? Ya! Itulah hal yang paling membosankan! Kamu tahu kenapa? Karena ketika kamu menunggu, kamu tak tahu harus berbuat apa, bersikeras menunggu atau justru menyerah begitu saja. Seperti di ombang-ambing di tengah laut, bagaikan melayang namun tak terbang. Tapi, jika kamu sudah yakin dengan hal yang kamu tunggu, dan berusaha mendapatkan nya dengan penuh perjuangan, you got it! Hasil dari apa yang kamu tunggu tidak akan jatuh ke tangan yang salah karena Tuhan tahu bagaiman kamu berjuang dan...... bersabar!" - Hawa

At last, gue mau ngucapin selamat buat abang gue, Firman Fajar udah jadi sama Nadia Nur Laila. Langgeng ya kalian, semoga ga ada masalah yaps!♥

Minggu, 26 Mei 2013

Tentang Cinta

03.26 Posted by Unknown No comments

Hujan itu mengingatkan aku,
tentang sebuah peristiwa klise,
antara aku dan kamu.

Pikiranku melayang pada apa arti cinta yang sesungguhnya,
Perasaan yang membahagiakan hati?
Atau justru, perasaan yang menuntut untuk saling menyakiti?

Aku dan kamu,
Dua insan yang dipertemukan Tuhan untuk saling mencintai,
namun tidak untuk saling memiliki.
Jadi, untuk apa cinta sesungguhnya?
Bukankah seharusnya cinta itu membawa bahagia?
Lalu, mengapa harus selalu merasakan luka?

Hingga kini aku tak pernah mengerti,
Kamu pergi namun tak membawa luka ini,
Ini cinta yang bodoh!
Namun, mengapa diriku tak pernah mau beranjak pergi?

Aku bertanya pada hujan,
saksi bisu saat kamu pergi meninggalkanku.
Apa sesungguhnya arti cinta?
Namun, hujan tak pernah menjawabku.

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin,
Pasir yang dihempas tak pernah membenci ombak,
Hal ini yang membuatku kini mengerti,
Cinta itu tentang sebuah ketulusan,
Walau terluka, namun tetap mencinta.
Karena sesungguhnya, luka itu mengajarkan tentang apa cinta yang sebenarnya.

Minggu, 19 Mei 2013

Cinta yang Terpendam (Part 6)

05.29 Posted by Unknown No comments

Semenjak kejadian di danau itu, aku pun sedikit menghindar darinya. Aku tak mau mengganggu hubungannya dengan Aulia. Tak apalah, toh seperti yang orang - orang bilang, "Love will find a way", right ?

Lagipula aku tak mau menyakiti hati orang lain demi mencari bahagiaku. Bahagiaku ada di lelaki itu, dan ketika aku melihat dan mendengar gelak tawa nya aku pun ikut bahagia. Munafik, ya? Iya memang. Tapi, mau bagaimana lagi selain berkata, 'Bahagiamu, bahagiaku juga.'
Sekali lagi, hati akan memilih tetap bertahan mencintai orang yang disayangi, walaupun harus dilukai berkali-kali.

-----------------------------------------------------------

Bulan demi bulan ku lalui tanpa hadirnya Rian. Bukan! Hubungan kami bukan memburuk! Kami masih sering berhubungan melalui SMS, hanya saja tidak sesering dulu.
Bulan ini bulan Mei, sekolah ku akan mengadakan pensi. Dan semua siswa-siswi harus mengikuti audisi melalui guru seni musik untuk menjadi perwakilan kelas. Dan hari ini adalah giliran kelas kami yang mengikuti test musik. Kami pun menuju ruang musik.
Aku pun mempersiapkan nya sebaik mungkin. Kebetulan, guru kami, memilih untuk bernyanyi sendiri-sendiri. Tiba saat giliranku, aku pun melangkahkan kaki menuju panggung di ruang musik. Aku duduk di depan grand piano putih, setelah sebelumnya aku melihat ke arah teman-teman ku dan ku lihat Rian sedang memperhatikan ku. Degup jantung ku kemudian berpacu sangat cepat. Dia kemudian mengangkat jempol nya lalu tersenyum meyakinkan, matanya seakan berbicara, 'Kamu bisa, Gin'. Namun, sengaja aku acuhkan karena aku tak mau berharap banyak padanya. Aku pun menekan tuts tuts piano itu dengan lembut. Suara ku mengalun pelan.

Hello, tell me you know, yeah, you've figured me out
Something gave it away
And it would be such a beautiful moment to see the look on your face
To know that I know that you know now

And baby that's a case of my wishful thinking
You know nothing
'Cause you and I, why we go carrying on for hours on end
We get along much better than you and your girlfriend

Well, all I really want to do is love you
A kind much closer than friends use
But I still can't say it after all we've been through

And all I really want from you is to feel me
As the feeling inside keeps building
And I will find a way to you if it kills me, if it kills me

*Rian P.O.V*

Aku melihatnya bernyanyi dengan penuh penghayatan. Aku tau ketulusannya mencintaiku, ya, melalui lagu ini. Sungguh, aku merasa bersalah karena telah menyakitinya. Namun, satu hal yang harus dia tahu, bahwa hatiku selalu untuknya.

Well, how long can I go on like this, wishing to kiss you
Before I rightly explode
And this double life I lead isn't healthy for me, in fact it makes me nervous
If I get caught I could be risking it all
Well, baby there's a lot that I miss in case I'm wrong

All I really want to do is love you
A kind much closer than friends use
But I still can't say it after all we've been through

And all I really want from you is to feel me
As the feeling inside keeps building
And I will find a way to you if it kills me, if it kills me

If I should be so bold, I'd ask you to hold my heart in your hand
Tell you from the start how I've longed to be your girl
But I never said a word I guess I'm gonna miss my chance again

Well, all I really want to do is love you
A kind much closer than friends use
But I still can't say it after all we've been through

And all I really want from you is to feel me
As the feeling inside keeps building
And I will find a way to you if it kills me, if it kills me, if it kills me
I think it might kill me

And all I really want from you is to feel me
It's a feeling inside that keeps building
And I will find a way to you if it kills me, if it kills me
It might kill me

Aku pun mengakhiri permainan ku. Ku dengar riuh tepuk tangan teman-teman ku. Aku melihat ke arah Rian dan aku tersenyum dengan tulus. 'Lagu ini, buat kamu, Ri. Bukti bahwa aku sayang, sayang banget sama kamu. Semoga kamu selalu bahagia dengan Aulia agar aku pun selalu bahagia. Walau perih.'
Aku pun kembali duduk di tengah-tengah temanku. Lalu sekarang giliran Rian yang harus mempertunjukkan bakatnya. Ia kemudian mengambil gitar dan memetiknya pelan.

*Rian P.O.V*

'Lagu ini, buat kamu, Gina. Semoga kamu menyadarinya.'

Tak pernah setengah hati
Ku mencintaimu
Ku memiliki dirimu
Setulus-tulusnya jiwa
Ku serahkan semua hanya untukmu

Tak pernah aku niati untuk melukaimu
Atau meninggalkan dirimu
Sesalku selalu bila tak sengaja
Aku buat kau menangis

Memiliki mencintai dirimu kasihku
Tak akan pernah membuat diri ku menyesal
Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu

Memiliki mencintai dirimu kasihku
Tak akan pernah membuat diri ku menyesal
Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu

Memiliki mencintai dirimu kasihku
Tak akan pernah membuat diri ku menyesal
Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu
Ku butuh kamu.....

Dia mengakhiri lagunya. Tanganku terangkat dan bertepuk bersama dengan teman-temanku. Aku tahu lagu itu untukku. Karena sejak lagu itu ia nyanyikan, ia tak henti melihat ke arahku dan matanya seolah berbicara seperti itu. Aku pun tersenyum. Ah, dia memang selalu tahu bagaimana caranya mengembalikan 'Mood' ku.
Tapi detik kemudian aku sadar. Aku tak boleh seperti ini. 'Rian sudah punya Aulia, Gin! Kamu tak boleh seperti ini!'
Huh! Rian memang selalu seperti ini. Menerbangkanku, lalu kemudian menjatuhkanku begitu saja. Tapi, aku tak pernah bisa berhenti untuk mencintainya. Aku punya pilihan, dan aku memilih Rian. Dan aku tak akan pernah menyesali pilihanku ini.