Bahkan, jika aku tak mampu berucap, apa hatimu mampu membaca gelagatku?

Kamis, 14 Maret 2013

Cinta Tak Pernah Salah

01.48 Posted by Unknown No comments

"Aku mencintai kamu, Prissy"

"Ya, lalu?"

"Kamu, mau jadi pacarku?"

Gadis itu menoleh, lalu tersenyum manis. Dia pun mengangguk mantap.

Raynald P.O.V

Ah, lagi-lagi kejadian itu terputar cepat di otakku. Hari itu tak pernah bisa aku lupakan. Senyumnya, wajahnya, lalu anggukan mantapnya.
Dia -mungkin- anugerah Tuhan yang sengaja diberikan untukku.
Gadis itu, aku mencintai gadis itu.
Namun, apa yang aku lakukan? Berkali-kali melukai hatinya hingga mungkin kini ia tak mau lagi memaafkan kesalahanku.
Bodoh sekali aku ini! Menyianyiakan orang yang tulus mencintaiku, hingga tak sadar aku telah membuat pahatan yang melukai hatinya.
Pricilla Amchwesten, gadis tinggi, berkulit putih dengan hidung yang mancung. Gadis yang....... Sempurna.

"Raynald, kamu kenapa? Jika kamu berkenan, berbagilah denganku. Bukankah kita memang seharusnya saling terbuka?"

"Kamu ngga perlu ikut campur urusan aku Pris! Kamu itu ngga akan pernah bisa ngerti! Mending sekarang kamu tinggalin aku sendiri!"

Gadis itu melangkah pergi, menjauh, dengan perasaan yang tak bisa digambarkan. Bagaimana mungkin ia yang sama sekali tak pernah mendapatkan bentakan, kini dibentak oleh kekasihnya sendiri?

"Prissy, maafkan aku. Kemarin aku tidak sengaja membentakmu. Kumohon, maafkan aku, ya?"

Ah senyumnya! Lagi-lagi senyum itu yang menjawab semuanya. Ia, memaafkanku.

"Happy Anniversary sayang! Satu tahun ini menjadi satu tahun yang paling berharga dalam hidupku. Semoga kita bisa bertemu di tahun-tahun berikutnya.

With Love,
Pricilla Amchwesten"

Surat itu masih tersimpan rapi dalam kotak kecil di atas meja belajarnya. Ia menitikkan air mata ketika membacanya. Ah, andai waktu bisa terulang, ia tak akan menyakiti gadis itu. Ia tak akan membiarkan gadis itu pergi dari hidupnya. Ia....... Tak akan menyianyiakannya.

*PRANG!!!*
"Raynald...." gadis itu tersentak, nafasnya tercekat, emosinya tertahankan, lalu bulir-bulir air mata itu turun perlahan.

Raynald pun menoleh. Ia kaget ketika mendapati kekasihnya berada di belakangnya dengan keadaan yang buruk. Matanya memerah, rambutnya acak-acakan. Gadis itu menggigit bibir bawahnya, untuk mengurangi tngisannya. Namun kenyataannya isakannya semakin mengeras.

-------------------------------------------------

Lelaki itu kini tengah duduk di taman kota, sendirian. Menunggu seorang gadis yang telah ia sakiti. Ia menghela nafas panjang. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Belum datang, fikirnya.

"Kamu sudah lama Ray?"
Laki - laki itu menoleh lalu kemudian berdiri.

"Prissy, maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menduakan kamu. Tolong maafkan aku."
Gadis itu -Prissy- duduk di kursi.

"Ray, terimakasih untuk waktumu bersamaku selama ini. Aku tahu aku hanya seorang wanita biasa yang terkadang tak mampu memenuhi apa inginmu. Oh ya, aku mau hubungan kita cukup sampai disini saja. Terimakasih untuk semuanya."
Gads itu menggigit bibir bawahnya. Mencoba menahan tangisan itu agar tak keluar.

"Tapi Priss, aku bisa jelasin semuanya."

"Ngga perlu kamu jelasin, aku udah ngerti kok. Aku pulang ya, bye."
Gadis itu melangkah pergi, setelah beberapa langkah ia berhenti dan menoleh kepadaku, tersenyum. Bukan senyum yang penuh keceriaan, namun mungkin penuh luka.

Pricilla P.O.V

Aku melangkahkan kaki ku, beranjak pergi dari tempat itu.
Sesungguhnya aku masih mencintai laki-laki itu. Aku tak pernah bisa melepaskannya.

"Prissy, udah selesai packing? Ayo berangkat."

"Yes, Dad. Sebentar lagi aku turun."
Ah, aku pasti akan merindukan tempat ini. Sejujurnya aku ingin berlama-lama disini. Namun ayahku harus mengurusi kantornya yang berada di Swiss.

Sebelum take off, aku sempat mengirimkan pesan kepada Raynald. Pesan perpisahan tentunya.

"Ray, terimakasih untuk satu tahun yang indah ini. Terimakasih telah memberikan aku pelajaran berharga tentang cinta yang sesungguhnya. Hari ini aku pindah ke Swiss. Aku harap kita bisa bertemu kembali, nanti yang entah kapan. Jaga dirimu baik-baik. Aku sayang kamu, selalu."

-------------------------------------------------

7 tahun telah berlalu. Tak terasa dua insan ini telah tumbuh menjadi orang dewasa dan cerdas.
Yang satu sudah dikenal menjadi seorang pemain piano yang hebat. Dan yang satunya lagi sudah menjadi penyanyi terkenal.

"Prissy, ada undangan untukmu bermain piano di sebuah acara pentas ternama. Nanti kamu harus berduet dengan seorang penyanyi."

"Ya, atur saja olehmu."

Beberapa hari kemudian.......

"Prissy, nanti kamu naik ke panggung duluan lalu mainkan nadanya. Nanti penyanyinya akan datang ketika memasuki lagu bait pertama."
Prissy mengangguk saja.

Alunan nada dari piano itu mengalun indah, lalu masuklah seorang penyanyi laki-laki dan melantunkan suara indahnya -juga-. Benar-benar pentas yang memukau. Prissy maupun laki-laki itu tidak sadar. Mereka terlalu menikmati tugasnya masing-masing -mungkin-. Lalu ketika mereka selesai memberikan hormat kepada para penonton dan berjalan menuju backstage, mereka baru menyadari bahwa mereka telah berduet dengan orang yang selama ini mereka rindukan.

"Permainan pianomu bagus sekali, emm.."

"Prissy"

Gadis itu menoleh lalu kemudian terkejut ketika mendapati Raynald -orang yang masih ia cintai- berada dihadapannya. Raynald pun begitu. Ia sama terkejutnya dengan Prissy. Keadaan seketika menjadi kaku. Mereka terlalu canggung untuk bercerita lebih jauh. Mungkin mereka terlalu saling merindukan.

-------------------------------------------------

"Ternyata kamu lebih cantik dari apa yang aku fikirkan, Prissy."

"Jadi, selama ini kamu masih memikirkan ku?"

"Ya, mungkin aku lelaki yang paling bodoh di dunia ini karena telah menyianyiakan orang yang sangat tulus menyayangiku."

"Sudahlah, jangan dibahas. Itu kan masalalu."

Raynald P.O.V

*DEG*
Hatiku tersentak. Mungkin memang sudah tak ada lagi kesempatan untukku bersamanya. Ya, aku dan dia hanya sebatas masalalu yang seharusnya dibiarkan saja.

"Aku merindukan tempat ini, Ray."

Aku menoleh kearahnya, lalu tersenyum.

"Ya, aku juga merindukan tempat ini. Sudah bertahun-tahun aku tak pernah kesini. Semenjak.... Hubungan kita berakhir."

"Kamu tahu? Di sana aku selalu teringat tempat ini, selalu terfikirkan tempat ini, juga kamu."

Aku menatapnya, dia tersenyum manis. Bahkan sangat manis.

"Oh ya, Prissy, siapa pacarmu yang sekarang? Aku ingin tahu."

"Aku tak punya pacar." dia terkekeh pelan.

"Serius? Masa cewe secantik kamu ngga punya pacar sih?"

"Iya aku serius. Semenjak 7 tahun yang lalu, aku tak pernah berpacaran lagi."

"Prissy, bolehkah aku jujur?"
Ia mengangguk.

"Sejujurnya, semenjak kepergianmu ke Swiss, aku selalu teringat padamu, mungkin rasaku untukmu sudah terlalu besar. Aku mencintai kamu, aku menyayangi kamu. Aku ngga mau kehilangan kamu lagi."

"Oh ya?"

"Iya, Prissy. Aku minta maaf atas kejadian dulu. Aku tak bermaksud menduakan kamu. Darimu aku belajar, bagaimana sakitnya kehilangan orang yang aku cinta."

"Tak apa, Ray. Setiap orang kan pernah membuat kesalahan. Termasuk..... Orang yang kita cintai. Sejujurnya aku pun sama denganmu. Masih dan akan selalu menyayangi kamu."

"Prissy, kamu mau kan mengulangi semuanya dari awal? Would you be mine?"

"Yes, I would."

Aku pun memeluknya. Erat sekali. Aku tak menyangka gadis ini masih menyayangiku setelah semua perbuatanku yang melukai hatinya. Aku berjanji tak akan menyianyiakan dia lagi. Aku tak mau kehilangan, untuk yang kedua kalinya.


The end.

Senin, 11 Maret 2013

Senja

01.59 Posted by Unknown No comments

Senja itu adalah hal yang paling aku sukai. Senja itu punya lembayung yang memberikan cerita tentang kita; aku dan kamu. Entah mengapa, sejak hari itu, aku makin menyukai senja. Tuhan mempertemukan kita melalui dia; senja. Tuhan menyatukan kita saat ada dia; senja. Ah, terlalu banyak cerita tentang kita, Aku, kamu, dan senja.

"Hai Ver, lo ngapain disini? Nunggu matahari terbenam lagi? Kurang kerjaan amat sih!" lelaki itu menghampiriku yang tengah duduk ditaman komplek.

"Ya terserah gue dong! Lagian lo juga ngapain disini ha?" tanyaku kepada Andre, laki-laki itu.

"Gue? Ya biasalah nemenin gadis kecil yang hobinya nungguin senja terus nunggu lembayung yang katanya indah itu. Please itu gak penting banget." jawabnya, Andre.

"Ya elo siapa suruh coba nungguin gue? Gak ada kerjaan? Cucian dirumah gue masih numpuk noh lo cuciin gih!" jawabku sambil terkekeh pelan. Ah aku memang senang menggodanya. Senang saat dia kalah berdebat denganku. Senang saat....... Dia menemani aku, bersamaku.

"Lo kok gitu banget sih sama gue? Gue nangis nih! Hahaha"

"Nangis aja! Gue gak peduli!"

"Beneran lo ngga peduli? Kalo sekarang gue mati, lo ngga akan peduli? Kalo gue ninggalin lo, lo ngga akan peduli? Yakin?"
Andre membalikkan tubuhnya. Putus asa sepertinya. Ah, dia itu memang senang bercanda. Aku pun berlari mengejarnya. Lalu memeluknya dari belakang.

"Jangan tinggalin gue. Gue sayang sama lo. Please, jangan pernah tinggalin gue, Andre."
Dia membalikkan tubuhnya, memelukku. Ah, pelukan itu. Lagi-lagi pelukan itu. Aku senang, dia mendekapku dengan hangat. Mengalirkan setiap energi cintanya untukku. Tuhan, aku mencintainya.

"Gue ngga akan pernah ninggalin lo. Gue juga sayang sama lo. Sayang banget. Lo, satu-satunya cewek yang udah bikin gue gini. Gue bisa gila kalo lo tinggalin gue. Gue janji bakal selalu ada buat lo, selalu disamping lo, Vera."

Andre, lelaki yang selama kurang lebih setengah tahun ini menemani keseharianku. Menemani aku kemanapun aku pergi. Sungguh, aku mencintainya. Aku menyayanginya. Aku....... Tak mau kehilangannya.

Sabtu, 09 Maret 2013

Ini Ceritaku, Apa Pengalamanmu?

02.40 Posted by Unknown No comments

Hai! Gue balik lagi dengan seonggok cerita tentang........ Tentang si sandi rumput.. Wkwk.
Siapa sandi rumput? Tau dah gue juga kaga ngerti siapa sebenernya si 'sandi rumput'. Ehgakdeng akakak=))) nooooo! Gue ngga mau cerita tentang siapapun....... Cuma gue mau nanya aja nih, kenapa dari dulu kelas X gue seriiiiiing banget dijulukin dengan 'miss galau'. Ngga ngerti orang lain mikirnya gimana sih? Kok bisa gitu yaaaaaa manggil gue kek gitu=)))))) pedahal kan gue anti galau banget *tingting**kedipmatasebelah*
Oke balik ke awal. Tulisan yang diatas itu dusta, jangan dipercaya yaa gaissss hehe.
Aneh sama orang yang bilang 'Hawa jangan galau aja' pedahal kan gue baek baek aja, sehat wal'afiat alhamdulillah wasyukurillah:--))) Mungkin mereka nyangka gue galau karena gue sering ngeretweet tweet yang galau-galau kali yak..... Tapi kan sebenernya itu tuh karena gue seneng kata - katanya, bagus gitu=)))) kan gue mah setrong. Anti galau, capek you know galau tuh asli mending gak usah difikirin tuh daripada harus galau, kenapa tau? Kan gue pengalaman kalo soal galo.......... *duh ketauan bohong* wkwk
Yaudah deh gue mau jujur, ia gue sering galau, abisnya gimana yaa gue tuh lucu, imut kaya marmut jadi ya kerjaannya galau. Tapi galaunya tau batas kok! Sampe nangis maksudnya:"") wkwk. Kadang sih ya gue sering mikir buat apa gue galau-in anak orang pedahal orang itu ngga pernah galau-in gue. Lagian miris amat yak kisah cinta gue..... Selalu bertepuk sebelah tangan:") tapi ada untungnya sih dari kegalauan itu tuh gue belajar banyak hal.... Hal yang menyakitkan pastinya, daaaaaaan itulah yang udah bikin gue kuat sampe detik ini!!!! Cie bgt dah gue=))))
Kalo soal cinta sih gue udah pengalaman *ceileh* iya pengalaman bgt! Dari pas punya pacar pertama, gue ama sahabat gue suka ama satu cowo....... Dan jadiannya sama gue. Jahat banget ya gue YaAllah maapin hambamu yang kece ini *naoooon* wkwk terus jadiannya cuma 2 minggu kurang..... Cinta monyet sih yaa haha, terus gue juga pernah ngerasain sakitnya harus berpisah sama orang yang udah gue sayang banget gara-gara gue........ Gara-gara gue........... *jengjeng* Sodaraan sama dia. Stuck. Mati rasa...... Ya gimana kaga mati rasa, udah pacaran 1tahun lebih, udah sayang banget banget banget tapi yaaa gitu deh. Duh miris banget yaa:") terus taunya beberapa bulan kemudian gue ketemu cowo ganteng nan kinclong yang mampu mengalihkan duniaku wkwk tapi cuma sebatas suka aja ngga lebih, lagian pas itu masih sayang sama mantan *sedih yaaa hm* terus ketemu lagi sama 2 cowok. Yang satu bisa bikin gue sayang sama dia, tapi yaa ngga gue lanjutin karena keburu ketemu sama orang lain.......... Ya, orangnya elo! Ngga perlu gue perjelas lah yaa.
Tuhkan gue banyak pengalaman=))) suka sama cowo yang sama, sama sahabat sendiri, pacaran sama sodara sendiri, sampe diharkosin pun pernah nih si gue ini......
Jadi ya intinya gue bersyukur sama Allah yang udah ngasih gue jalan cerita hidup yang seperti ini. Iya sih sebenernya gue capek, gue lelah. Tapi, hal ini juga yang udah bikin gue kuat sampe saat ini. Gue seneng, itu tandanya Allah sayang sama gue. Mungkin sekarang gue cuma perlu meningkatkan rasa sayang gue sama Allah dulu, biar sama Allah juga dikasih seseorang yang sekarang gue pengen *eh* hehe, ngga deng. Siapapun jodoh gue nanti yang penting dia bisa sayang sama gue dan nerima gue apa adanya, dan semoga gue juga bisa nerima jodoh gue ntar, bisa mencintai dan menyayangi dia karena Allah agar kita bahagia dunia akhirat.... Amiiiiiiiiin :----)
Wkwk kejauhan yaa ngomong nya.. Yabodo amat dah yang nulis kan gue suka-suka dong. Hehe.
Sekianlah curhat gue kali ini, terimakasih wassalam:--D

Kamis, 07 Maret 2013

Senja Punya Cerita Tentangku

03.03 Posted by Unknown No comments

Senja itu ketika matahari beristirahat,
Menenggelamkan dirinya diiringi lembayung yang indah,
Menyembunyikan energi yang dahsyat.
Lembayung itu berderet, membentang dari barat ke timur,
Membentuk suasana indah sore hari.
Ya, membentuk lekuk indah senyummu.
Senyum yang selalu membuatku... Tenang.
Senyum yang selalu membayang-bayangi fikiranku.
Kamu, senyummu, dan.... Bayanganmu, akan kah selalu seperti itu?

Aku menyayangi senja hari,
Karena ia akan membawa lembayung yang indah,
Lembayung yang membawa senyummu tentunya.
Senyum yang selalu ku cari ketika aku lemah,
Senyum yang selalu ku nanti ketika aku lelah,
Senyum itu, seakan menjadi candu bagiku.
Kamu, pemilik senyum itu,
Ya, kamu, pemilik hatiku.

Aku mencintai senyum manismu,
Akupun mencintai, kamu.
Bolehkah?
Bolehkah aku mencintai dirimu?
Bolehkah aku mengagumi kamu?
Bolehkah aku..... Menyimpan rasa untuk mu?
Kamu. Ya, hanya kamu seorang.

Aku menyayangi kamu, lembayungku.
Jika kamu tak percaya, coba tanyakan pada deretan rumput itu.
Mereka tahu semua tentangku,
Mereka tahu tentang semua yang kurasakan untukmu,
Mereka selalu menemani kesendirianku,
Ketika aku menanti senja dan lembayung.

Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan,
Bolehkah aku tetap bertahan?
Jika denganmu adalah sebuah hal yang tak akan pernah terjadi,
Bolehkah aku tetap menanti?
Tolong izinkan aku,
Untuk memiliki sedikit dari senyummu itu,
Walau hanya lewat lembayung di senja hari.




Oleh : Siti Nur Hawa; Ketika senja membawa sederetan senyum indahmu.

Rabu, 06 Maret 2013

Bulan, karya A.Dasa Lukman

02.11 Posted by Unknown No comments


Di sunyinya malam
Ada sebuah tatapan sayu
Tatapan itu bertanya
Hei. . kawan apa yang membuatmu begini ?

Angin meniup ranting pohon
Dan bergoyanglah daun berguguran
Member suasana mencekam malam itu
Takut diriku bukan karena ini
Takut diriku kehilangan
Cahaya terangmu

Ya. . . bulan ceritakanlah tentang waktu
Cerita yang menerangi diri
Dari jalan gelap untuk berlari
Demi mencari hari
Semua itu tentang waktu
Antara kau dan aku

Ya. . bulan katakanlah
Jalan mana yang harus aku pilih
Ketika angin menghujam tubuhku
Ketika gelap menyelimuti jalanku
Aku terpuruk dalam diam
Melihatmu kain terang

Katakanlah bulan, katakana
Kau akan bersamaku
Bukan dengan jarak yang dekat
Bukan dengan tatapan mata
Bukan dengan sentuhan tangan

Ya. . bulan jika kau bertanya
Seberapa kuat sayangku
Bumi hancur lebur jika menantangku
Langit terbelah jika meragukanku
Dan alam akan berguncang
Jika memisahkanku



--thanks dasa--

Sabtu, 02 Maret 2013

Gradasi Warna..... Cinta

01.10 Posted by Unknown No comments

Warna itu adalah satu cara tentang bagaimana aku mengekspresikan.
Mengekspresikan perasaanku, tentunya.
Ia punya warna yang cerah, nan indah.
Juga punya warna yang pekat, nan kelam.

Cinta, adalah bagaimana aku merasa.
Cinta, adalah bagaimana aku mengekspresikan.
Cinta, adalah bagaimana aku memberi.
Cinta, adalah bagaimana aku mengorbankan.

Warna, dan Cinta.
Saling berkaitan, menciptakan cerita indah dengan warna-warni yang membumbui.
Bukankah dalam cinta ada bahagia?
Senadakah dengan warna yang indah nan cerah?
Lalu, bukankah dalam cinta ada luka? Ada bagian derita yang mampu membuat kita tersakiti?
Senadakah dengan warna yang pekat nan kelam?

Hidup itu tentang bagaimana aku mengekspresikan sebuah perasaan.
Kepada semua orang yang aku cinta,
Aku lakukan semuanya sendiri.
Meski nanti akan ada luka yang membuat sakit hati,
Bukankah hidup itu memang perih?
Lalu, setelah perih itu akan ada kebahagiaan sebagai pengganti semua pengorbanan, bukan?
Semua akan mengalir,
Cerita indah itu akan hadir.

Gradasi.
Warna dan Cinta.
Gradasi warna,
Diartikan sebagai suatu perubahan warna yang lembut,
Dari pekat hingga cerah.
Membentuk suatu susunan yang indah,
Ketika kamu mengaitkan gradasi warna, dengan..... Cinta.
Warna pekat itu akan hilang menjadi warna yang indah,
Sedikit demi sedikit, tentunya.
Pengorbanan yang lembut,
yang kamu perjuangkan sendiri tanpa henti, dan kamu lakukan dengan ikhlas,
Akan menghasilkan suatu hasil,
Hasil yang indah.
Jika kamu masih tak percaya,
Lihatlah gradasi warna yang berubah lembut,
Bukankah itu suatu bukti bahwa setiap pengorbanan itu tak pernah ada yang sia-sia?

Cinta..
Ia punya bagian luka dan bahagia.
Memberi kita warna yang cerah ketika kita bahagia,
Memberi kita warna yang kelam ketika kita terluka.

Gradasi warna, dan Cinta.
Bukankah mereka sama?
Sama-sama punya bahagia, dan.... Luka.





Oleh : Siti Nur Hawa; Ketika warna memberi aku pelajaran tentang..... Cinta.

Jumat, 01 Maret 2013

Kamu.

20.05 Posted by Unknown No comments

Kalau kamu itu bulan,
Aku ingin menjadi mataharimu.
Tak bisa bertemu,
Namun aku mampu menyinari kamu.
Kalau kamu itu malam,
Aku ingin menjadi bintangmu,
Bertaburan indah di angkasa,
Mewarnai indahnya malam bersama.

Sayangnya kamu bukan bulan,
Dan aku pun bukan matahari.
Kita hanya dua insan berbeda.
Laki-laki dan perempuan.
Kamu pun bukan malam,
Dan aku juga bukan bintang,
Yang selalu menghiasi malam.
Kita hanya manusia biasa yang penuh angan-angan.

Tapi, kenapa kamu selalu menjadi bulanku dalam setiap malamku?
Mengapa kamu selalu menjadikan malamku indah ketika aku bersamamu?
Mengapa kamu selalu membuat aku terbuai akan semua ucapan kamu?
Kamu, bulan dalam malamku,
Mungkinkah kamu akan kumiliki?

Aku tahu aku hanya bermimpi,
Ini mimpi indahku.
Sejujurnya aku ingin tidur selama-lamanya,
Agar aku bisa menggapai kamu,
Agar aku bisa tetap memeluk kamu,
Agar aku bisa tetap.... Memiliki kamu.

Jangan pergi dari mimpi indahku,
Karena jika aku terbangun,
Pasti akan kudapati kamu hanya semu.
Semu yang tak akan pernah menjadi milikku.
Namun jika aku harus terbangun,
Aku akan rela, sangat sangat rela,
Jika akhirnya kamu tak pernah menganggap aku ada.


Oleh : Siti Nur Hawa; Ketika Mimpi itu Terasa Nyata.