Bahkan, jika aku tak mampu berucap, apa hatimu mampu membaca gelagatku?

Kamis, 31 Juli 2014

05.04 Posted by Unknown No comments

”Maka sejak saat itu, aku berhenti mencintaimu. Mengejar kamu yang telah berjalan lebih dahulu. Bukan, bukan untuk mencintaimu —lagi. Tapi untuk menyamakan langkah kaki denganmu, yang lebih dulu melupakanku. Dan saatnya nanti; saat langkahku mensejajari langkahmu, aku telah menang atas kamu; menang untuk melupakanmu, dan menang untuk berdamai dengan masalalu —saat bersamamu.“

0 komentar:

Posting Komentar