Bahkan, jika aku tak mampu berucap, apa hatimu mampu membaca gelagatku?

Senin, 23 September 2013

Mengapa Berubah?

03.58 Posted by Unknown No comments

Selamat malam wahai rembulan yang sinarnya selalu membentuk senyum manismu,
Malam ini langit begitu cerah,
Namun nyatanya hatiku tak secerah langit kota Bandung malam ini.

Aku berjalan sendiri, menyepi,
Ingatanku kembali pada kamu, pada kita,
Ya, kita yang dulu.

Kali ini, duka menyelimuti diriku,
Malam yang sendu, pikirku,
Ah, lagi, malam ini aku hanya sendiri, tanpa kamu lagi.

Semuanya telah berakhir,
Berakhir menjadi puing-puing kenangan yang menghantui pikiran,
Tahukah kamu bahwa aku selalu merindu?
Merindukan mu, setiap waktu.
Entahlah, luka ini memang mungkin tak kan sembuh,
Akan selalu terkenang,
Akan selalu membekas.

Lorong ingatanku berjalan pada kejadian-kejadian saat pertama,
Kita berbagi canda,
Tawamu, senyum mu, selalu dapat ku nikmati walau tak ada seorang pun yang tahu,
Lalu, saat ku berikan semua hatiku untukmu,
Aku tahu saat itu, kamu memang untuk ku, milik ku.

Manis.
Segalanya berjalan manis sebelum akhirnya kamu memutuskan untuk pergi,
Untuk mengakhiri segalanya.
Ada apa? Ada apa denganmu?
Hatiku terasa sesak.
Separuh jiwa ku terasa hilang,
Entah mengapa, namun itulah kenyataannya,
Hatiku hampa, bagai daun yang jatuh dari tangkainya, tak berdaya.

Segalanya berubah cepat,
Secepat kilat yang menyambar.
Mungkin, memang hanya aku yang merasa kehilangan,
Karena sedari awal, aku yang menaruh harapan terlalu besar,
Pada kamu, bintang hatiku.
Kamu berubah, tak lagi sama,
Tak ada pesan, tak ada canda tawa, tak ada senyuman, tak ada apa pun.
Tahukah? Tahukah kamu bagaimana terpuruk nya aku?
Dimana kamu yang dulu?
Kemana aku harus mencari jiwamu yang dulu?
Tidak kah kita mencoba untuk kembali seperti dulu,
Walaupun tak ada ikatan, namun tetap ada percakapan singkat,
Aku hanya meminta itu, simple bukan?
Tak bisakah kamu menghiraukan kicauan orang lain?
Karena segala ini adalah tentang hati, dan mereka tak pernah merasakan apa yang aku rasakan.

Hidup itu memang keras,
Kenyataan itu memang pahit,
Dan kehilangan itu memang menyakitkan,
Terlebih yang kini aku rasakan adalah kehilangan kamu,
Kebahagiaanku.

Dari ku, untukmu.

Dedicated for someone who can't be moved

0 komentar:

Posting Komentar