Bahkan, jika aku tak mampu berucap, apa hatimu mampu membaca gelagatku?

Minggu, 01 September 2013

Lagi; Tentang Kamu

04.06 Posted by Unknown No comments

Aku baru sadar akan sesuatu hal, lewat sebuah tweet yang isinya kurang lebih kayak gini

       ”pelajaran dari senja: sebab beberapa hal yang indah hanya berlangsung sementara.” — benzbara_

Iya. Sementara. Hanya sekejap yang dirasa. Kadang hal yang indah itu selalu tertutupkan oleh derasnya luka. Luka? Lagi?  Iya. Hidup itu memang seperti itu, kan? Selalu ada bayaran untuk segala hal.

Seperti cinta, ia indah. Tapi nyatanya, keindahan itu hanya bertahan sementara. Tergantung dari bagaimana kamu membuat nya bertahan, sementara, atau lebih lama?
Mungkin bayaran yang pas untuk segala rasa, bahagia dan kasih sayang untukmu adalah luka yang selalu mengorek sebagian kecil dari ingatanku. Iya, aku sudah bahagia denganmu. Aku merasakan bahagia yang luar biasa. Masalah yang datang pada kita, ku biarkan mengalir begitu saja. Bukankah memang pada suatu hubungan itu yang membuatnya kuat adalah bagaimana kita bertahan ketika masalah itu menggerogoti suatu hubungan. Tapi, balik lagi. Aku lupa, lupa hal bahwa kamu bisa pergi kapan saja, lupa akan hal bahwa kamu bisa meninggalkanku kapan saja, lupa bahwasanya kamu bisa saja tak siap dengan segala masalah yang terjadi. Dan pada akhirnya, kamu pergi disaat aku sadar kamu lah yang paling berarti. No one else.

Ingatan tentang mu selalu bergejolak, bergelayut manja pada tiang-tiang pikiranku yang kini tak kokoh lagi. Iya, tak kokoh karena kamu. Bagai rayap yang selalu memakan kayu - kayu yang kuat. Kamu dan bayanganmu yang merapuhkan segalanya. Termasuk tempat perasaan itu muncul, kini telah rapuh keadaannya.
Tidak ada yang salah akan hal yang selama ini terjadi. Hanya saja mungkin kamu yang terlalu berarti untukku, terlalu sulit untuk ku lepaskan. Bagaimana bisa melepaskan disaat perasaan dan hatiku selalu dipenuhi tentang kamu?

Lagi. Ini hal yang sulit. Aku diharuskan berjalan sendiri ketika aku membutuhkan kamu untuk memegangi tanganku. Memberikan energi untuk aku selalu bertahan. Namun, lagi, aku tak mampu berbuat apa-apa ketika kamu berjalan begitu saja di hadapanku seolah aku tak pernah berarti apa-apa untukmu. Ataukah? Ataukah memang aku tak pernah berarti untukmu? Haha. Menyedihkan.

Hal yang paling ku ingat tentang senja adalah kamu. Pemanis segala cerita dalam hidupku yang merangkap sebagai kopi pahit. Ah, sudahlah. Mungkin seterusnya akan begini. Ketika aku merindukan kamu, maka inilah yang akan ku lakukan. Mengingat sedikit tentang kamu, menikmati bayanganmu yang masih saja menggelayut manja di pikiranku, menikmati kenangan yang kita miliki saat senja, dulu. Walaupun akhirnya selalu ada air mata yang tumpah saat aku menyadari, kamu tak lagi disini.

Saat kenangan mengorek hati dan pikiran.

0 komentar:

Posting Komentar