Bahkan, jika aku tak mampu berucap, apa hatimu mampu membaca gelagatku?

Selasa, 02 April 2013

Biografi

02.47 Posted by Unknown No comments

Penyanyi bernama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani, atau yang akrab disapa Rossa, lahir di Sumedang, 9 Oktober 1978. Wanita jobolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Ukas Hasan Irawan dan Eni Kusmiani.

Rossa mewarisi bakat menyanyi yang sudah ia tunjukkan sejak kecil dari ibunya. Bahkan menginjak usia 10 tahun, Rossa sudah merilis sebuah album anak-anak berjudul "Untuk Sahabatku" (1988). Namun album tersebut gagal menyedot perhatian publik.

Nama Rossa melambung ketika ia merilis album dewasa pertamanya yang bertajuk "Nada Nada Cinta" (1996). Album yang mengusung single dengan judul yang sama, "Nada Nada Cinta" (!1996), meraih kesuksesan luar biasa dengan penjualan mencapai 750 ribu copy. Hal ini membuat "Nada Nada Cinta" disemati Diamond Award yang setara dengan 10 kali Platinum Award.

Album kedua Rossa, "Tegar" (2000), resmi dirilis. Single "Tegar" (2000) yang menjadi andalan pun sukses membawa Rossa sebagai "Most Favorite Female Artist" di ajang penghargaan "MTV Indonesia Awards 2000".

Respon positif publik membuat Rossa terus eksis di industri musik Indonesia dengan merilis beberapa album selanjutnya, yaitu "Kini" (2002), "Kembali" (2005) dan "Yang Terpilih" (2007). Album "Yang Terpilih" memuat lagu-lagu lama Rossa yang ia nyanyikan kembali dengan aransemen baru. Album ini mendapat respon hangat sampai ke negeri Jiran, Malaysia.

Rossa merilis album "Yang Terpilih" di Malaysia pada Mei 2007. Rilisnya album tersebut di Malaysia membawa lagu Rossa sebagai pemenang kategori "Lagu Bahasa Melayu Terbaik Dipersembahkan Oleh Artis Luar Negara" di ajang "Anugerah Industri Muzik ke-15" tahun 2009.

Suara emas Rossa mendapat kepercayaan dari Melly Goeslaw untuk membawakan lagu ciptaannya sebagai original soundtrack di film "Ayat-Ayat Cinta" (2008). Seakan tak mau berhenti berkarya, Rossa meneruskan karirnya dengan merilis album self-titled, "Rossa" (2009), "Harmoni Jalinan Nada & Cerita" (2010) dan "The Best of Rossa" (2011).

Kehidupan pribadi Rossa beberapa kali menjadi sorotan media infotainment. Pernikahannya dengan Yoyo Padi, yang sudah dikaruniai seorang anak bernama Rizky Langit Ramadhan, harus berakhir di meja perceraian. Rumah tangga yang mereka bina itu dinyatakan resmi bubar pada 14 Juli 2009.

Kamis, 28 Maret 2013

Tentang Pengorbanan.

18.20 Posted by Unknown No comments

Apa itu cinta?
Cerita tentang bahagia dan luka?
Mengapa harus ada luka ketika kita telah bahagia?
Mengapa bahagia bukan milik kita selamanya?

Aku bahagia. Dengan kamu -dulu-.
Kamu memberi warna dalam hari-hariku. Membuatnya semakin indah.
Ku fikir keindahan itu akan selalu menjadi milikku.
Ku fikir kamu akan selalu menemani aku.
Ah.... Aku terlalu banyak berfikir.

Saat malam mendekap senja,
Aku bertanya pada bulan,
Mengapa kebahagiaan itu berlalu dengan sangat cepat?
Mengapa kamu pergi meninggalkanku ketika aku sudah -sangat- menyayangi kamu?
Mengapa kamu lebih memilih orang yang baru saja datang di hidupmu dan meninggalkanku dengan mudahnya?
Apa kamu pernah berfikir bagaimana hancurnya hatiku ketika aku tahu hal itu?
Apa kamu pernah tahu, bagaimana terluka nya aku ketika kamu dengan tanpa dosanya berjalan tersenyum melewatiku?
Apa kamu....... Apa kamu pernah ikut merasakan perasaanku ketika aku menangis tersedu di sudut kelas lalu?
Bagaimana kamu berjalan dengan gadis lain sedang kamu sendiri telah berjanji sebuah hal denganku?
Apa aku terlalu bodoh karena terlalu mempercayai setiap janji-janji manismu?
Apa aku terlalu bodoh hingga kamu meninggalkanku?
Mengapa kamu mengingkari itu?
Mengapa kamu membuat aku sulit mempercayai kamu ketika kamu menyakitiku?
Kamu tahu mengapa aku seperti itu?
Karena aku, terlalu dan selalu mempercayai kamu.
Dan kamu, dengan mudahnya mengahncurkan kepercayaanku untukmu.
Lalu aku, masih saja selalu mempercayai kamu.
Apa yang kamu lakukan selalu benar dimataku.
Termasuk ketika kamu melukai aku,
Mungkin benar, aku terlalu bodoh.

Aku terluka, dan kamu tak perduli.
Aku rapuh, dan lagi-lagi kamu tak pernah peduli.
Sekali lagi, -mungkin- aku terlalu banyak berharap.
Tapi, kamu tahu sendiri kan bagaimana orang jika telah lama jatuh hati?
Dan itu aku.
Aku yang telah lama jatuh hati.
Kepada kamu.
Cinta memang tidak bisa dipaksakan, namun cinta tidak menyuruh aku untuk berhenti berjuang.
Karena cinta, selalu membutuhkan pengorbanan.
Dan aku, berkorban untukmu.
Mengorbankan perasaan yang telah lama singgah di hati.




Oleh : Siti Nur Hawa; Ketika cinta menuntut sebuah pengorbanan, dan perjuangan.

Tentang Pengorbanan.

18.16 Posted by Unknown No comments

Apa itu cinta?
Cerita tentang bahagia dan luka?
Mengapa harus ada luka ketika kita telah bahagia?
Mengapa bahagia bukan milik kita selamanya?

Aku bahagia. Dengan kamu -dulu-.
Kamu memberi warna dalam hari-hariku. Membuatnya semakin indah.
Ku fikir keindahan itu akan selalu menjadi milikku.
Ku fikir kamu akan selalu menemani aku.
Ah.... Aku terlalu banyak berfikir.

Saat malam mendekap senja,
Aku bertanya pada bulan,
Mengapa kebahagiaan itu berlalu dengan sangat cepat?
Mengapa kamu pergi meninggalkanku ketika aku sudah -sangat- menyayangi kamu?
Mengapa kamu lebih memilih orang yang baru saja datang di hidupmu dan meninggalkanku dengan mudahnya?
Apa kamu pernah berfikir bagaimana hancurnya hatiku ketika aku tahu hal itu?
Apa kamu pernah tahu, bagaimana terluka nya aku ketika kamu dengan tanpa dosanya berjalan tersenyum melewatiku?
Apa kamu....... Apa kamu pernah ikut merasakan perasaanku ketika aku menangis tersedu di sudut kelas lalu?
Bagaimana kamu berjalan dengan gadis lain sedang kamu sendiri telah berjanji sebuah hal denganku?
Apa aku terlalu bodoh karena terlalu mempercayai setiap janji-janji manismu?
Apa aku terlalu bodoh hingga kamu meninggalkanku?
Mengapa kamu mengingkari itu?
Mengapa kamu membuat aku sulit mempercayai kamu ketika kamu menyakitiku?
Kamu tahu mengapa aku seperti itu?
Karena aku, terlalu dan selalu mempercayai kamu.
Dan kamu, dengan mudahnya mengahncurkan kepercayaanku untukmu.
Lalu aku, masih saja selalu mempercayai kamu.
Apa yang kamu lakukan selalu benar dimataku.
Termasuk ketika kamu melukai aku,
Mungkin benar, aku terlalu bodoh.

Aku terluka, dan kamu tak perduli.
Aku rapuh, dan kamu tak pernah peduli.
Lagi-lagi aku terlalu banyak berharap.
Tapi, kamu tahu sendiri kan bagaimana orang jika telah lama jatuh hati?
Dan itu aku.
Aku yang telah lama jatuh hati.
Kepada kamu.
Cinta memang tidak bisa dipaksakan, namun cinta tidak menyuruh aku untuk berhenti berjuang.
Karena cinta, selalu membutuhkan pengorbanan.
Dan aku, berkorban untukmu.
Mengorbankan perasaan yang telah lama singgah di hati.






Oleh : Siti Nur Hawa; Ketika cinta menuntut sebuah pengorbanan, dan perjuangan.

Senin, 25 Maret 2013

Semuanya Semu. Termasuk Kamu.

18.02 Posted by Unknown No comments

Hai, kamu.
Seseorang yang pernah hadir -dulu-.
Aku merindukan kamu.
Lagi-lagi merindukan kamu.
Tak lelah kah kamu membayang-bayangi aku?
Tak lelah kah kamu membuat aku kembali dan lagi-lagi teringatkan kamu?
Tak lelah kah kamu membuat aku semakin berharap pada harapan semu yang kamu buat?
Tak lelah kah kamu menyakiti aku?

Aku merindukan kamu,
Merindukan kita,
Yang dulu.
Masih selalu merindukan semua tentang kita.
Tahukah kamu bagaimana sulitnya aku menahan perasaan ini ketika aku berpapasan denganmu?
Tahukah kamu bagaimana terpuruknya aku ketika kita bertemu namun seakan tak pernah ada satu rasa yang -dulu- pernah mempersatukan kita?
Tahukah kamu, bagaimana aku menggenggam luka hati ini?
Cerita kita memang cerita zaman lalu yang semu,
Tentang harapan-harapan yang terbang tinggi bersama perasaanku, tanpa perasaanmu.
Cerita kita memang cerita klise,
Tentang sesuatu yang memang terjadi pada setiap insan.

Hai, kamu.
Aku -masih- menggenggam harapan semu.
Dan tak pernah ada sesuatu tentang luka mu.
Ini hanya tentang lukaku. Lukaku karena kamu.
Tak apa jika kamu tak perduli,
Asalkan kamu tahu, luka ini karena mu! Karena kamu! Sekali lagi, Karena kamu!

Aku tahu, kita masih sama-sama menyimpan perasaan itu.
Masih sama-sama mencintai, satu sama lain.
Masih sama-sama selalu memperhatikan, satu sama lain.
Satu hal yang kubenci dari kita,
Berbicara kaku seperti kita tak pernah saling berkenalan,
Seperti kita baru pertama kali bertemu.
Aku benci, sungguh.
Namun, apa dayaku?

Aku bertanya,
Dimanakah kita yang dulu?
Dimanakah kita yang selalu bersama?
Aku mencarinya. Selalu mencarinya.
Mencari kita. Kita yang dulu.
Yang tak pernah ada ragu jika bertemu.
Yang tak pernah kaku ketika saling menatap.

Ada yang hilang dari diriku.
Dia ikut hilang bersama dengan hilangnya dirimu.
Kini, yang tersisa hanya bayangmu,
Bayangan kamu yang semu.
Dan goresan luka yang tak pernah sembuh.
Aku tahu, kesalahanku adalah tak pernah mampu mengeringkan luka itu sendiri.
Aku tak pernah mampu melakukannya sendiri.
Kamu, kapan akan kembali?
Menjahit luka hati yang semakin hari semakin memburuk adanya.

Ah, sudahlah.
Kini aku tahu, memang selama ini hanya bayangmu yang menghampiri dan bukan kamu -yang nyata- yang menemani.
Hingga akhirnya aku menyadari, harapan itu semu. Seperti dirimu.






Oleh : Siti Nur Hawa, Ketika bayang-bayang itu pergi.

Kamis, 21 Maret 2013

About The Number

17.23 Posted by Unknown No comments

Hai!! Long time no post hihi... Kangen gue ngga? Maaf yaa jadi jarang ngepost.. Entahlah ini gue ngomong sama siapa wkwk *berasa punya reader*

Disini gue mau bercerita tentang angka-angka yang gue seneng dan gue benci=)))

Pertama, angka 13.
Gue seneng angka ini. Kata orang-orang kan angka ini tuh angka sial. Tapi seumur hidup gue ni angka ngga bikin gue sial. Di angka ini juga gue di lahirin... Gue seneng banget banget sama angka ini.

Terus, angka 17.
Di angka ini, dulu gue pernah ngaku kalo gue suka sama seseorang. Dipaksa sih gara-gara sebuah permainan-_- tapi gue seneng kok sama angka ini.... Entahlah... Pengakuan itu membawa gue jadi lega:---)

23. Gue seneng sama angka ini. Entahlah kenapa yang pasti seneng banget... Ada sesuatu alasan yang ngga bisa gue bilang:--)

Lalu, 22. Di angka ini, abang gue ulang tahun. Abang kesayangan gue yang tengil dan ganteng nya ngga nahan *bohong* =)) yang jelas dia seseorang dari 9 orang sahabat gue di Sumedang sono=))

29. Ngga ada alasan buat ngga suka angka ini. Entahlah gue aja bingung haha

19. Gue baru seneng angka ini kemaren-kemaren sih... Setelah sesuatu kejadian di novel, terjadi di hidup gue. Bareng seseorang yang hmm gue sayang. Terimakasih udah bikin gue suka angka ini!!

36. Dulu suka banget. Dulu ya. Dulu. Sekarang ngga teralu suka. Orang yang ada di angka ini udah pergi. Dan untungnya gue bisa move on.

31. Sama kaya angka 36. Dulu angka ini yang selalu gue tunggu di kalender. Unik. Cuma muncul 7x. Tapi orang di angka ini udah pergi. Dia masa lalu, tapi ngga perlu gue lupain. Kadang, gue pasti selalu ke flashback tentang dia. Ngga apa-apa... Hiburan. Haha

25. Entahlah gue ngga terlalu suka angka ini. Pernah bikin gue frustasi sih. Asdfghjkl haha.

Yaudah segitu aja tuh. Gue mau ngucapin terimakasih buat siapapun yang udah bikin gue seneng dan ngga suka sama angka-angka itu. Lvya! Bye=))))

Sabtu, 16 Maret 2013

It's Too Late (2)

06.18 Posted by Unknown No comments


Radio di mobil Rian menyala. Terdengar suara penyiar di sebrang sana.

"Yaaay!!! Akhirnya kita ketemu di penghujung acara. Oke gue kasih lagu terakhir buat kalian semua. Selamat galau dan selamat malam! Bye!"

I'm holding on a rope
Got me 10 feet off the ground
I'm hearin' what you say but I just can't make a sound
You tell me that you need me then you go and come me down
But wait
You tell me that you're sorry didn't think I'd turn around and say

That it's too late to apologize
It's too late
I said it's too late to apologize
It's too late

I'd take another chance, take a fall, take a shot for you
I need you like a heart needs a beat, it's nothing new
Yeah, yea
I loved you with a fire and now i was turning blue
And you say
Sorry, like the angel heaven let me think was you
But I'm afraid

It's too late to apologize
It's too late
I said it's too late to apologize
It's too late

It's too late to apologize
It's too late
I said it's too late to apologize
It's too late

I'm holding on a rope
Got me 10 feet off the ground



Rian P.O.V

'Ini lagu kok nyindir banget sih. Maafin aku Hira.'

Aku menoleh ke arahnya. Ia tertidur rupanya. Untung dia tidak mendengar.

"Hira, maafin aku. Aku banyak salah sama kamu. Maafin aku. Aku sayang sama kamu, Hira. Aku harap kita bisa mulai lagi dari awal."

Perlahan aku mendekat kearahnya. 'Cantik.' Fikirku.
"Aku sayang kamu, Hira."
Kukecup pelan keningnya. Lalu mengelus rambutnya. Sungguh aku sangat mencintai dia.

"Bangun, Ra. Udah sampe."

"Ha? Maaf aku ketiduran. Thanks ya. Aku keluar."

"Tunggu!"

"Ada apa?"

"Good night, I love you."

"Hm"

----------

Manusia itu memang selalu berbuat salah. Termasuk orang yang kita cinta. Dan, terkadang maaf itu tidak akan bisa menyembuhkan luka jika kamu tidak berusaha untuk mengobati luka yang telah kamu buat.
Kamu baru akan menyesal jika kamu baru sadar telah kehilangn orang yang benar-benar menyayangi kamu.


The End.

It's Too Late (1)

03.28 Posted by Unknown No comments

'Tuhan...... Kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang mengalami ini semua? Kenapa? Kenapa dia tak menepati janjinya?'

Gadis itu menangis ditengah keramaian taman kota. Kejadian beberapa saat yang lalu yang jelas-jelas ia lihat dengan mata kepalanya sendiri masih terbayang dalam otaknya. Orang yang selama ini ia percayai ternyata........ Menghianatinya.

'Kenapa dari dulu laki-laki yang ada dalam hidupku selalu menyakiti ku? Kenapa selalu menghianati aku? Tuhan... Kenapa ini harus terjadi padaku? Kenapa setiap laki-laki yang sudah aku percayai ternyata tidak mampu menjaga kepercayaanku? Oh Tuhan.... Kenapa?!'

Lagi-lagi gadis itu menangis. Air matanya tak mampu ia bendung. Luka hatinya kini terbuka -lagi-. Untuk yang kedua kalinya, laki-laki yang ia cinta meninggalkannya.

*****

"Lis, selama ini aku telah mengenal kamu. Mungkin memang ini terlalu cepat jika dihitung dari awal kita berkenalan. Namun, aku rasa ini waktu yang tepat. Aku suka sama kamu. Emm, kamu mau jadi pacarku?"

*DEG!!*

Gadis itu merasa ada yang menghentakkan jiwanya. Hatinya mencelos ketika ia melihat dan mendengar dengan jelas apa yang dilakukan Rian barusan. Matanya mulai berair. Sedetik kemudian, ia tak mampu lagi membendung air matanya. Ia kemudian keluar dari restoran sialan itu dan berlari sekencang-kencangnya. Tanpa arah.

Seketika tubuhnya sudah tak mampu lagi berlari. Untungnya ia menemukan taman, kemudian duduk disalah satu bangku.
Tangisannya belum mereda. Nafasnya terengah-engah.
Lagi, untuk kedua kalinya hal ini terjadi padanya. Rian -orang yang telah mengembalikan rasa percayanya kepada laki-laki- membuat luka lama itu hadir lagi.

'Tuhan...... Kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang mengalami ini semua? Kenapa? Kenapa dia tak menepati janjinya?

'Kenapa dari dulu laki-laki yang ada dalam hidupku selalu menyakiti ku? Kenapa selalu menghianati aku? Tuhan... Kenapa ini harus terjadi padaku? Kenapa setiap laki-laki yang sudah aku percayai ternyata tidak mampu menjaga kepercayaanku? Oh Tuhan.... Kenapa?!'

'Dulu, papa menghianati mama dan meninggalkan kita hanya untuk wanita brengsek yang baru saja dikenalnya. Kenapa Rian sama dengan papa? Kenapa Tuhan?'

Air matanya terus mengalir. Ia terluka. Ia terluka. Ia..... Terluka.

Gadis itu telah lelah. Air matanya sudah mulai berhenti walaupun isakannya masih belum berhenti. Ia pun memutuskan untuk pulang. Ia menyetop taksi dan masuk kedalamnya.

"Komplek Permata Indah ya, Pak"

Sopir taksi itu mengangguk.

Kejadian itu lagi-lagi terputar jelas dalam fikirannya. Ia menyenderkan kepalanya, lalu memejamkan matanya. Berharap semuanya akan hilang dari otaknya. Hanya berharap.

-----

Sesampainya dirumah, ia langsung menuju kamarnya. Lalu bergegas membersihkan badannya berharap kondisinya bisa lebih baik.

Ia melihat pantulan wajahnya di kaca. Matanya merah dan..... bengkak. Ia kemudian berlalu, menuju kasurnya. Lalu menangis -lagi-.

Dulu, saat papanya meninggalkan dia dan mamanya, ia masih belum paham apa yang sebenarnya terjadi. Namun, rasanya memang agak sama. Ada sesuatu yang mencelos. Dan yang ini ternyata lebih menyakitkan.
Rian dan papanya, sama. Sama-sama membuat luka dihatinya.

"AARRGGH!!"
Fahira -gadis itu- berteriak sekencang - kencangnya. Meluapkan seluruh emosinya.

*Flashback*

"Hai Hiraa. Lagi apa?"

"Hai Rian. Ini mau ngambil buku tapi ngga nyampe huhu"

"Cupcup jangan sedih gitu dong. Yang mana bukunya? Sini biar aku ambilin."

"Itu yang itu. Thank you yaa"

"Iya. Ur welcome cantiiiik"

"Yee apaan sih haha"

"Mukanya kok merah gitu sih? Kenapa? Ahaha"

"Ihh apasih ngga kok. Jangan digodain dong Riaaan."

"Haha iya enggak kok enggak. Kamu itu lucu yaa." ucapnya mengacak pelan rambut Hira.

'Rian. Seseorang yang telah mengubah pandanganku terhadap laki-laki. Ia berbeda. Aku..... Menyukainya -mungkin-.

-----

"Ri, play kaset ini yaa."

"Jangaaaan! Mending yang ini."

Oh, her eyes, her eyes, make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair, falls perfectly without her trying
She's so beautiful, and I tell her every day

Yeah, I know, I know, when I compliment her she won't believe me
And it's so, it's so, sad to think that she don't see what I see
But every time she asks me do I look ok, I say

When I see your face, there's not a thing that I would change
Cause you're amazing, just the way you are
And when you smile, the whole world stops and stares for a while
Because girl you're amazing, just the way you are(yeah)

Her lips, her lips, I could kiss them all day if she let me
Her laugh, her laugh, she hates but I think it's so sexy
She's so beautiful, and I tell her every day

Oh, you know, you know, you know, I'd never ask you to change
If perfect's what you're searching for then just stay the same
So, don't even bother asking if you look ok
You know I'll say

When I see your face, there's not a thing that I would change
Cause you're amazing, just the way you are
And when you smile, the whole world stops and stares for a while
Because girl you're amazing, just the way you are
The way you are, the way you are
Girl you're amazing, just the way you are

When I see your face, there's not a thing that I would change
Cause you're amazing, just the way you are
And when you smile, the whole world stops and stares for a while
Cause girl you're amazing, just the way you are. Yeah

Lantunan indah mengalun dari bibirnya. Rian memang punya suara yang bisa membuat aku meleleh. Agak lebay sih. Tapi memang itulah kenyataannya.

"Ra, aku boleh suka sama kamu?"

"Ha? Apa? Coba ulang?"

"Aku boleh suka sama kamu?"

"Ha?" Aku tersentak. Kaget. Bercampur bahagia. "Yaa terserah."

"Kamu suka ngga sama aku?"

"Harus banget aku jawab? Hihi"

"Serius, Raaa"

"Iya, aku suka sama kamu, Rian."

"Aku janji bakal sayang sama kamu,ngejaga kamu terus... Jangan biarin aku suka sama cewe lain ya, Fahira."

-----

'Kenapa jadi gini, Rian?'

'Kenapa kamu ngga nepatin janji kamu?'

'Aku kangen kamu, aku kangen kita.'

-------

4 bulan kemudian.

I have died everyday waiting for you.
Darling don't be afraid I have loved you for a thousand years.

'Sms dari siapa sih?'

From : Rian
Hai Fahira. Aku mau ketemu sama kamu di bukit tempat biasa kita bareng. Besok aku jemput jam 3 sore ya. See you.

'Apalagi sih maunya dia? Rrrr'

To : Rian
Ngga perlu dijemput. Nanti aku kesana sendiri.

-------

"Hai Hira. Udah lama nunggu?"

"Ngga kok."

Keheningan mulai menyelimuti mereka. Mereka terlalu kaku untuk memulai pembicaraan.

Rian P.O.V

'Duh kok kaku gini sih? Aku harus memulai pembicaraan nih. Udah saatnya.'

"Mm Ra, aku minta maaf yaa"

"Untuk?"

"Untuk segala hal yang udah aku lakuin."

"Oh iya, ngga apa-apa."

"Kita jarang bareng lagi ya 4 bulan ini. Aku kangen kamu."

"Selamat ya, Rian, untuk hubungan kamu sama pacarmu. Semoga langgeng."

Dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Oh tidak!! Senyumnya itu terlihat sangat terpaksa. Matanya menyiratkan bahwa ia sedang tidak baik-baik saja. Ya Tuhan....

"Aku udah putus sama dia, Ra."

"Oh ya? Yaudah sih ngga penting buat aku, hehe."

"Aku kangen sama kamu, Ra."

Fahira P.O.V

"Aku kangen sama kamu, Ra."

Oh my God! Jangan bilang itu Rian, please.

Air mata ku mulai mencair dan jatuh diatas pipiku.

'Jangan nangis. Kamu kuat, Hira!'

"Oh ya?"

"Kamu kenapa? Nangis?"

"Eh ngga ko."

"Jangan bohong."

"Iya bener kok ngga nangis."

"Aku minta maaf, udah ninggalin kamu. Ngga nepatin janji aku. Maafin aku, Hira. Ada sesuatu yang ngga bisa aku jelasin ke kamu."

Tangisan ku pun pecah. Isakan ku mengeras. Ya Tuhan, kuatkan aku.

"Jangan nangis. Maafin aku, Hira. Maafin aku."

"Udahlah, ngga apa-apa."

"Kamu mau kan ngulangin ini semua dari awal? Please, Hira. Aku bakalan ngejaga kamu. Dan nepatin janji aku."

"Maafin aku, Rian. Maafin aku. Aku ngga bisa ngulangin semuanya. Kamu udah bikin kepercayaan aku buat kamu hilang. Aku ngga mau sakit hati lagi."

Diapun memelukku. Aku berusaha berontak.

"Jangan berontak. Sekali ini aja, please."

"Kamu jahat Rian! Kamu jahat! Kenapa kamu lukain aku? Kenapa kamu ninggalin aku? Kenapa Rian? Kenapa harus aku? Kenapa saat aku udah sayang banget sama kamu, kamu justru ninggalin aku? Kenapa kamu mainin perasaan aku? Aku bukan boneka Rian. Aku bukan boneka!"

"Maafin aku, Hira."

Beberapa menit kemudian dia melepaskan pelukannya.

"Aku mau pulang, Rian. Duluan ya."

"Tunggu! Aku anterin kamu ya."

"Ngga usah, makasih."

"Please, satu kali ini aja."

"Yasudah"

--------