Bahkan, jika aku tak mampu berucap, apa hatimu mampu membaca gelagatku?

Sabtu, 28 Juni 2014

Maaf

08.52 Posted by Unknown No comments

Nyatanya aku belum cukup pintar untuk memahi perasaanku sendiri, nyatanya aku bahkan tak cukup pintar untuk menerima kenyataan yang terjadi; bahwa kita tak sejalan lagi.

Aku yang terlalu bodoh? Atau kamu yang terlalu pintar? Nyatanya semesta memang masih selalu saja mengingatkan aku tentang kamu; kita. Dan aku masih, bahkan tak pernah mampu melewatkan ingatanku tentang kamu.

Maaf, aku masih mencintaimu. Maaf, aku belum mampu melupakanmu.
Maaf, aku masih selalu menempatkan kamu disini.
Maaf, aku masih saja merindukanmu.
Maaf, aku masih belum menerima jika nantinya ada dia yang menggantikanku.

With love,

Me, five.

0 komentar:

Posting Komentar