Semenjak aku mengenal kamu,
Aku tahu, apa itu bahagia.
Semenjak aku mengenal kamu,
Aku tahu, ada sesuatu yang menggebu.
Semenjak aku mengenal kamu,
Aku tahu, ada rasa yang lain yang aku simpan untukmu.
Semenjak aku tahu ada perasaan lain,
Sejak itulah aku tahu, aku mencintai kamu.
Semenjak aku mencintai kamu,
Aku tahu, bagaimana rasanya menyayangi setulus hati.
Semenjak aku menyayangi kamu,
Aku tahu, bagaimana itu luka.
Semenjak aku mengenal luka,
Aku tahu, bagaimana sebenarnya pengorbanan.
Semenjak aku berkorban untukmu,
Aku tahu, bagaimana seharusnya aku memperjuangkan.
Semenjak aku memperjuangkan kamu sendirian,
Aku tahu, bagaimana Tuhan memberikan aku kekuatan.
Ya, semuanya berawal dari kamu,
Seseorang yang selama satu tahun terakhir ini menarik perhatianku.
Seseorang yang ku anggap asing -dulu-
Darimu, aku belajar bagaimana mencinta sesungguhnya.
Bagaimana aku menyayangi kamu setulus hatiku.
Aku tak pernah menyangka rasa ini akan hadir untuk kamu,
Seseorang yang bahkan aku sendiri tak pernah menyangka akan hadir dihidupku.
Aku mengenal kamu,
Lalu aku mencintai kamu,
Begitu hingga akhirnya aku benar-benar menyayangi kamu.
Semenjak aku menyayangi kamu,
Aku tahu bagaimana bahagia dan luka bisa terasa sama,
Simple, karena aku menyayangi kamu.
Semenjak aku menyayangi kamu,
Aku tahu bagaimana seharusnya kamu tahu akan perasaanku.
Semenjak aku menyayangi kamu,
Aku tahu, bahwa kita saling menyayangi.
Semenjak kamu mengatakan hal itu,
Aku tahu bahagia itu seperti apa.
Tapi, semenjak kamu meninggalkan ku,
Bahagia itu lenyap lalu berganti menjadi luka.
Semenjak kamu meninggalkanku,
Aku tahu bagaimana aku bertahan dalam perihnya ditinggalkan.
Semenjak kamu meninggalkanku,
Aku tahu bagaimana susahnya aku berkorban.
Siapa yang tidak susah berkorban ketika luka yang kamu berikan bagaikan api yang tak pernah padam?
Siapa yang tak sakit hati ketika aku telah lama menunggu lalu akhirnya ditinggalkan?
Tidak, aku tidak akan menyalahkan kamu,
Bagaimanapun hal ini terjadi, aku berterimakasih padamu,
Karena semenjak aku terluka olehmu, semenjak itulah aku tahu bagaimana aku harus kuat menahan sakit hati yang seakan tak pernah sembuh ini.
Semenjak aku mengenal kamu,
Aku tahu, bagaimana Tuhan memberi aku kekuatan.
Terimakasih untuk kamu,
Walaupun sebenarnya aku lelah untuk menyayangi kamu,
Tapi, entahlah perasaan ini mengapa tak pernah hilang.
Karena terlalu menyayangimu, kah?
Oleh : Siti Nur Hawa; Ketika semua kejadian denganmu terputar cepat seperti sebuah film yang tak ada akhirnya.
0 komentar:
Posting Komentar