Ngga selamanya setiap orang itu jadi apa yang kamu mau.
Iya, emang. Ngga selamanya. Mereka bukan robot, yang bisa ngikutin perintah kita.
Nggak tau harus ngapain. Kangen? Iya. Pasti. Kamu bukan seseorang yang asing semenjak tahun baru lalu. Kesel? Of course! Tapi aku juga ngga mau ngeduluin rasa kesel aku, ngga mau kalo akhirnya malah harus dapet 'something' yang lebih dari ini. Sedih? Iya. Banget. Apa kita berubah? Apa ada yang disembunyiin? Tell me! Galau? Bukan galau, tapi capek, capek nangis. Ada apa dengan bulan ini? Apa harus se sakit ini? Apa? Baru segini? Iya emang baru segini tapi ya kalo kangen harus gimana? Ngga mau ngeduluin, takut ganggu. Tapi aku ngga terbiasa tanpa kamu, sampai saat ini.
Aku harus gimana, buddy?
Aku rindu,
memandang wajahmu dengan lekat
Mencari kesejukan dalam bola kecil,
matamu
Aku rindu,
bercengkrama dengan makhluk Tuhan
Yang melengkapi keutuhan,
hatiku
Namaku dan namamu, tertulis dalam khatulistiwa
Dalam langkah menuju dewasa
Dalam langkah menuju masa
Kita, satu tuju
Aku rindu,
saat kita menulis angan bersama
Tentang masa yang akan datang,
berdua
Wahai,
Kita lalui bersama
Masa yang akan tiba
Tetaplah disini,
disampingku
Hingga dewasa tiba
Rindu ini terbalas sudah
Jika kau dan aku bersama
Selalu bersama, seperti saat lalu,
Saat saat sebelumnya
Hingga dewasa tiba,
Rindu ini kan sirna
Jika kita tetap bersama
Menanti anak dan cucu,
Hidup dalam dunia fana